Gelar FGD, BPS dan Pemkab Basel Sinkronkan Data

  • Whatsapp
Jajaran Badan Pusat Statistik foto bersama usai menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Pembahasan Data Publikasi Kabupaten Bangka Selatan Dalam Angka 2019, Selasa (6/8/2019).(foto: istimewa).

TOBOALI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bangka Selatan menggelar Focus Grup Discussion (FGD) Pembahasan Data Publikasi Kabupaten Bangka Selatan Dalam Angka 2019, Selasa (6/8/2019).

FGD dibuka oleh Asisten Sekda Herman serta menghadirkan dua narasumber Kepala BPS Basel I Ketut Mertayasa dan Sekretaris Kominfo Basel, Yoko F Ratmuzury.

Kepala BPS memaparkan tentang publikasi Bangka Selatan dalam angka repository data daerah. Sementara Sekretaris Kominfo menyampaikan materi pengoptimalan peran statistic sektoral dalam pembangunan regional.

Asisten Sekda Basel, Herman berharap melalui FGD ini dapat mensingkronkan data antara OPD Basel dengan data BPS Basel. Iya, mencontohkan seperti angka kemiskinan di Dinas Sosial jangan berbeda jauh dengan angka di BPS.

Begitu juga dengan angka stunting di Dinkes sama dengan angka BPS. “Jangan terlalu jauh jaraknya antara angka BPS dengan OPD Basel. BPS akan mempublikasikan Basel Dalam Angka tanggal 16 Agustus nanti. Jadi sebelum angkanya dirilis OPD agar aktif mengupdate datanya ke BPS,” kata Herman usai FGD.

Sementara itu, Kepala BPS Basel mengatakan, FGD ini adalah upaya untuk memverifikasi data sebelum publikasi buku Basel Dalam Angka 2019. “Maksudnya adalah agar data yang dipublis sudah valid. Data kadang tidak singkron ada selisih, 95 persen sudah valid dan 5 persen belum valid, ini yang akan kita sinkronkan,” ujarnya.

Para peserta diskusi membahas perbedaan data jumlah penduduk Basel antara Dukcapil dengan BPS. Salah satu peserta FGD, Rahmad Nadi, Komisioner KPU Basel berharap perbedaan angka antara BPS dan Dukcapil jangan sampai berlarut-larut dan segera diperbaiki dengan duduk bersama.

Kepala BPS mengatakan, pihaknya melakukan sensus penduduk berujung nol seperti 2010, dan rencananya tahun 2020 akan kembali dilakukan Sensus. Meski begitu setiap tahun BPS melakukan survey ekonomi sekaligus untuk mengetahui jumlah penduduk setiap tahunnya secara proyeksi dan estimasi.

“BPS memiliki metodologi sendiri menggunakan konsep internasional dari PBB melakukan sensus, karena perbedaan jumlah penduduk akan berpengaruh pada dana perimbangan dengan alasan penyajian data,” pungkasnya. (raw/3)

Related posts