HEADLINES

Gelapkan Pajak Penghasilan PNS, Mantan Bendahara DPRD Divonis 2 Tahun Penjara

Proses sidang pembacaan putusan terhadap terdakwa Boedik Wahyudi, mantan Bendahara DPRD Kota Pangkalpinang yang divonis terbukti menggelapkan Pajak Penghasilan PNS dengan hukuman dua tahun penjara tadi siang. (Foto: Bambang Irawan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Mantan Bendahara DPRD Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Boedik Wahyudi dijatuhi hukuman kurungan penjara selama dua tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Boedik Wahyudi divonis dalam sidang putusan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Rendra Yozar Dharma Putra SH MH dengan anggota Siti Hajar Siregar SH MH dan Iwan Gunawan SH MH di Ruang Garuda, Kamis (4/6/2020).

Sidang yang dilaksanakan secara teleconference tersebut disaksikan oleh terdakwa dari lembaga pemasyarakatan (lapas).

Dalam sidang ini, Boedik Wahyudi diputus pada perkara Tindak Pidana Perpajakan yang tidak menyetorkan ke kas Negara Pajak PPh 21 yang telah dipotongnya, dengan kerugian negara sebesar Rp355.496.640.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Boedik Wahyudi selama 2,6 tahun.

Dia telah melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf i Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1983 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Hakim menyatakan bahwa Boedik Wahyudi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tidak menyetorkan pajak yang telah dipotong.

“Ini dapat menimbulkan kerugian  pada pendapatan negara yang dilakukan secara berlanjut,” kata Rendra.

Tak hanya itu saja, Hakim menjatuhkan pidana kepada mantan Bendahara Dewan ini penjara selama dua tahun.

“Terdakwa juga didenda sebesar dua kali jumlah pajak yang terhutang yang tidak dibayar sejumlah Rp355.496.640,- senilai Rp710.993.280,- dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan oleh terdakwa, maka diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan,” tegasnya.

Rendra menegaskan masa penahanan yang telah dijalani oleh Boedik Wahyudi, dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

“Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” tegasnya lagi.

Dia menambahkan, barang bukti juga ditetapkan dari Boedik Wahyudi berjumlah 594 item.

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

ads






To Top