Geger! Penemuan Mayat Mengenaskan

  • Whatsapp
TEMUAN MAYAT – tertelungkup dan tubuh penuh luka-luka di kawasan eks PLTU Mantung
, Belinyu kemarin pagi. (foto: Zuesty)

Kondisi Tubuh Luka-luka
Korban Idap Penyakit Epilepsi

BELINYU – Warga kawasan eks PLTU Mantung Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka digegerkan dengan ditemukannya seorang mayat laki-laki dalam kondisi luka-luka ditubuhnya pada Selasa pagi (28/2/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan mayat tersebut diketahui bernama Asrul (50) warga Jalan Yos sudarso kelurahan Mantung kecamatan Belinyu.
Mayat pertama kali diketemukan oleh saksi Hengki. Saat itu Hengki hendak berangkat melimbang timah di kawasan Mantung. Namun saat melintasi lokasi, tiba-tiba saja Hengki mencium bau busuk menyengat. Penasaran dengan bau tersebut, ia pun berinisiatif mengecek sumber bau busuk yang ternyata berasal dari seorang mayat yang terbujur kaku dengan kondisi terlungkup di atas pasir di genangan air.
Mendapati mayat tersebut, Hengki pun bergegas melaporkan ke RT dan kaling setempat dan langsung melaporkan ke Mapolsek Belinyu. Anggota Polsek Belinyu usai mendapati laporan tersebut bergegas mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 12.15 WIB.
Dari TKP jasad Asrul langsung di bawa ke rumah Gusmini alias Mini oleh anggota Polsek Belinyu yang dipimpin langsung Kapolsek Belinyu, Kompol. Jimmy yang merupakan adik kandung korban dan di rumah Mini dilakukan Visum yang dipimpin dr. Joand dari Puskesmas Belinyu.
Kanit Reskrim Polsek Belinyu, Bripka Defriansyah, SH kepada wartawan Selasa sore (28/2/2017) kemarin ditubuh korban terdapat luka memar di pergelangan tangan kiri kurang lebih 9 cm, 2 luka robek di tangan kiri, luka terbuka di sebelah tangan kanan sebesar 10×20 cm dan luka di telinga bagian kanan yang diduga bekas gigitan binatang.
Menurut Defri, dokter mengatakan mayat Asrul sudah meninggal lebih dari 24 jam. Ia juga menerangkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan korban murni meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Defri menambahkan dari hasil pengecakan lokasi penemuan jasad Asrul, TKP tersebut merupakan daerah yang jarang dilalui oleh masyarakat. Tak jauh dari lokasi penemuan jasad pun polisi menemukan tongkat dan peralatan kerja berupa 1 buah tongkat, 1 cangkul, 1 buah sekop, 1 buah palu, 1 buah dodos/linggis dan 1 pasang sendal yang masih melekat di kaki korban.
Dari keterangan warga sekitar bahwa korban semasa hidupnya tinggal di sebelah rumah Mini yang merupakan adik kandung korban.
“Dari keterangan warga sekitar bahwa korban semasa hidupnya tinggal disamping rumah Gusmini yang merupakan adek korban, dan korban biasa berjalan menggunakan tongkat mengelilingi seputaran jalan Yos sudarso. Sering kali warga sekitar melihat korban jatuh tanpa ada sebab apapun dan terkait korban menggunakan tongkat bahwa korban mengalami patah tulang kaki lebih kurang 10 tahun, dan semenjak korban mengalami patah tulang korban sering kali mencari besi tua di sekitar TKP,”jelas Defri.
Dari keterangan kakak korban, Amril. Asrul terkahir kali dilihatnya Jum’at (24/2/2017) ketika Asrul mengunjungi rumahnya. Dikatakan Amril, Asrul memang memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak berusia 30 tahun. (2nd/6)

Related posts