Gegara Klauster Ijtima Ulama, Satu Keluarga di Pemali Bangka Jalani Rapid Tes

  • Whatsapp

Tim Gugus Tugas Klarifikasi, Bukan Warga Sempan

 

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra. (Foto: Dok)

RAKYATPOS.COM, SUNGAILIAT – Banyaknya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Indonesia yang berasal dari pertemuan jemaah dalam Ijtima Ulama di Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, membuat Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Bangka, bergerak cepat.

Tim Gugus menjemput satu keluarga warga Desa Pemali, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk dilakukan pemeriksaan Rapid Tes di RSUD Depati Bahrin Sungailiat.

Baca Lainnya

Hal ini karena, salah seorang dari keluarga itu, yakni MI pernah datang dalam pertemuan Ijtima Ulama di Gowa dan sempat menjalani isolasi mandiri di rumah dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Namun, lantaran diduga ada yang terpapar Covid-19 seperti di daerah lain, 12 orang sekeluarga ini dijemput mobil ambulan dan petugas berseragam Alat Pelindung Diri (APD) di rumah masing-masing, lalu dibawa ke rumah sakit. Hingga berita ini dibuat, pemeriksaan darah untuk rapid bahkan masih berlangsung.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid 19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra kepada rakyatpos.com mengatakan, dirinya sedang mendampingi 12 orang yang tengah menjalani rapid tes di RSUD Sungailiat. Dan saat ini belum ada hasil yang menyatakan positif dari versi rapid tes ini.

“Pak Boy lagi dampingi mereka rapid. Banyak ada 12 orang. Tapi belum ada hasil. Kita tunggu dulu,” jelasnya.

Boy sempat mengklarifikasi pernyataan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalahar BPBD) Kabupaten Bangka, M. Nursi yang menyebutkan ada warga Desa Sempan di Kecamatan Pemali dinyatakan positif Covid 19 versi rapid tes. Menurutnya, bukan wewenang BPBD untuk menyampaikan temuan kasus Covid-19.

“Jadi tidak benar kalau ada orang Sempan yang positif. Ini kita bawa orang-orang yang baru pulang dari Gowa. Mereka ini sudah lama pulang dan sudah selesai karantina. Tapi kita dapat informasi dari Gowa banyak yang kena, makanya kita periksa,” ujarnya.

Meski begitu tak ditampik bahwa tim petugas lengkap dengan alat pelindung diri dan ambulan, menjemput salah satu jemaah klauster Ijtima Ulama Gowa di rumahnya di Desa Pemali, Kecamatan Pemali.

Hal sama disampaikan Camat Pemali, Putra Jaya. Ia merespon bahwa tidak benar ada warga Desa Sempan yang dinyatakan positif Covid-19 seperti dikatakan M. Nursi. Namun diakui memang ada tim medis menjemput belasan warga Desa Pemali yang diketahui salah satunya baru pulang dari Gowa beberapa waktu lalu.

“Saya dihubungi orang Sempan. Tidak ada orang Sempan baru pulang dari Gowa. Kalau di Pemali ada, tapi sudah lama. Masa’ baru sekarang diperiksanya. Mereka pun sudah selesai karantinanya,” ujar Putra Jaya.

Sementara itu, Kalahar BPBD Bangka (bukan Ketua Tim Gugus-red), M. Nursi saat dihubungi kembali mengatakan, kalau ia pun belum jelas dengan benar mendapat informasi mengenai ODP yang dinyatakan positif versi rapid, ketika dikonfirmasi wartawan.

“Saya tadi tidak begitu jelas mendengar informasinya. Jadi tidak benar, nanti bapak cek lagi,” tukasnya. (2nd/1)

Related posts