Gara-gara Pilpres, Jadwal Sungailiat Triathlon Diundur

  • Whatsapp
Peserta Sungailiat Triathlon yang digelar 2014 lalu saat sampai ke garis finish. Tahun 2019 rencananya ajang itu akan kembali digelar pada 15 Juni 2019. (foto: Bangka.go.id)

Digelar 15 Juni 2019
Pemda Disebut Kurang Promosi

SUNGAILIAT- Ajang Sungailiat Triathlon pada tahun 2019 dilaksanakan di luar jadwal seharusnya. Sejak diselenggarakannya ajang internasional pada 2013 lalu, Sungailiat Triathlon selalu dilaksanakan pada minggu ketiga atau keempat bulan April.

Namun pada ajang yang akan digelar ketujuh kalinya ini, Sungailiat Triathlon harus mundur menjadi tanggal 15 Juni 2019. Hal ini dikarenakan pada April bertepatan dengan pelaksanaan Pemilu serentak.

Panitia pelaksana kegiatan, Dustin Wyrmand mengatakan molornya kegiatan tersebut karena berbenturan dengan pemilu sehingga pihaknya tidak mendapat izin dari pihak keamanan.

“Kemarin kita sudah ajukan biar tetap dilaksanakan bulan April tapi ditolak karena dekat pilpres jadi izinnya tidak dikeluarkan,” kata Dustin kepada wartawan, Selasa (14/5/2019).

Akibat mundurnya jadwal tersebut berdampak juga dengan jumlah partisipasi peserta dari mancanegara yang menurun daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini jumlahnya lebih sedikit dari tahun sebelumnya. Ini sangat disayangkan karena biaya kita ini dari jumlah peserta yang ikut apa lagi kita sudah ada brand,” tambah Dustin.

Selain itu, dia menambahkan, pemerintah juga kurang maksimal dalam pemberitaan dalam mempromosikan ajang Sungailait Triathlon tersebut.

“Kita ini hanya sebagai pelaksana saja, tapi untuk promosi seharusnya pemerintah juga ikut andil dan ikut ambil bagian. Terlebih lagi sekarang Belitung juga sudah menyelenggarakan triathlon juga, jadi sekarang kita sudah ada saingan, kalau memang mau diteruskan harus maksimal tapi kalau tidak mendingan stop,” ungkapnya.

Menurutnya, Sungailiat Triathlon sudah sangat baik terlebih lagi segala fasilitas memadai dan terus mengalami perbaikan tiap tahun.

“Untuk rutenya hampir sama seperti tahun lalu tapi rute maraton dan sepeda saja yang berubah, kalau dulu masuk ke kota, sekarang langsung ke Lintas Timur karena lebih aman tidak melewati pemukiman padat dan jalan utama,” terangnya. (mg419/10)

Related posts