by

Gapabel Minta Aparat Tindak Pembalak Hutan Gunung Tajam

Kapolsek: Kita Sudah Lakukan Pengecekan

TANJUNGPANDAN – Akhir-akhir ini terdapat postingan terkait pembalakan hutan lindung Gunung Tajam, di Desa Badau, Kecamatan Badau, Belitung. Hal ini membuat Gabungan Pecinta Alam Belitong (Gapabel) angkat bicara dan mengutuk keras perbuatan tersebut.

Gapabel meminta kepada aparat keamanan agar menindak tegas pembalak hutan di Gunung Tajam. Sehingga tidak terjadi kerusakan hutan yang lebih parah.

Ketua Gapabel Pifin Heriyanto mengatakan, dirinya yang mengetahui ini dari media sosial dan media massa, makanya ia sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi.

Pria yang akrab disapa Telenk sangat prihatin. Apalagi, akses masuk ke lokasi melewati tempat yang paling banyak dikunjungi warga, yakni kawasan Batu Mentas. Hal itu akan membuat pandangan negatif orang.

“Untuk itu, kami meminta intansi terkait agar menangkap para penjahat pembalakan hutan ini. Dan menindak sesuai undang-undang yang berlaku,” tegas Telenk kepada Rakyat Pos, kemarin.

Telenk menjelaskan, dampak negatif yang ditimbulkan akibat pembabatan hutan secara liar, yakni bisa terjadinya longsor dan banjir serta menyebabkan terjadinya pemanasan global.

“Hutan sangat berperan dalam berbagai hal, yaitu penyedia sumber air, penghasil oksigen, dan tempat hidup berjuta flora dan fauna. Maka dari itu, segera hentikan pembalakan liar ini,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Badau Iptu Candra Satria Adi Pradana mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. Beberapa upaya telah pihaknya lakukan, mulai dari mendatangi TKP dan mengecek lokasi.

Bahkan, polisi akan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan masyarakat sekitar. “Kita sudah lakukan pengecekan lokasi menggunakan alat GPS. Nanti hasilnya akan kita umumkan,” kata Iptu Candra.

Mengenai tuntutan dari berbagai pihak untuk menangkap pelaku tetap akan dilakukan. Namun, pihaknya kembali lagi untuk mengetahui hasil dari tes GPS ini. “Kalau memang terbukti bersalah akan kita tindak,” janji Kapolsek Badau. (dodi/3)

Comment

BERITA TERBARU