by

Ganti Kasat Reskrim, Kejahatan Perkawinan Tetap Lanjut

Menunggu Petunjuk Polda Babel
Segera Lakukan Gelar Perkara

Pangkalpinang – Polres Bangka Barat tetap akan melanjutkan penyidikan kasus kejahatan terhadap asal-usul perkawinan yang sudah mengendap 15 bulan lamanya. Demikian penyampaian Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Rais Muin, S.IK.

Sekedar diketahui,kasus yang awalnya ditangani oleh Kasat Reskrim terdahulu AKP Elpiadi, kini ditangani AKP Rais Muin, S.IK yang sebelumnya menjabat sebagai pamit Subdit Dirkrimsus Polda Babel.

” Walau Saya baru disini (Polres Babar), setiap kasus yang tertunda akan tetap kita teruskan. Nah, kalau dugaan kasus kejahatan terhadap asal-usul perkawinan saat ini masih dalam penyidikan, dan kali kedua kita akan tetap meminta petunjuk ke Polda Babel,” kata AKP rais saat dihubungi Rakyat Pos, siang kemarin.

Kata AKP Rais, dalam penyidikan kasus ini, pihaknya belum lama ini pihaknya sudah meminta petunjuk ke Polda Babel. karena ituah, jika nantinya akan digelar perkara, barang tentu pihak pelapor akan diberitahu.

” Tunggu saja perkembangannya. Intinya semua pihak akan kita beritahu, termasuk pihak pelapor,” terangnya.

Sementara itu pelapor bernama Ferizal menaruh harapan besar kepada AKP Rais yang baru saja menjabat Kasat Reskrim Polres Bangka Barat. Pasalnya, surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan yang diterimanya satu setengah bulan lamanya, sudah memeriksa ahli pidana dari UNSRI Dr. Syarifuddin Pettanase tertanggal 29 Maret 2018.

” Semoga bergantinya kasat Reskrim baru , kasus yang sudah mengendap 15 bulan lamanya ini ada titik terang. Yakni menunggu pelaksanaan gelar perkara,” tuturnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya dugaan tindak pidana kejahatan terhadap asal usul perkawinan keluarganya yang dilaporkan seorang pengacara bernama Ferizal dan hampir satu tahun masih mengendap di tangan penyidik Polres Bangka Barat, menarik perhatian praktisi hukum yang juga Rektor Universitas Islam Bandung, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, SH, MH.

” Saya menilai ini kasus kecil, ini kasus ringan, Saya tidak mengerti koq bisa berlarut-larut. Kalau memang ada kendala lambannya penangan kasus oleh pihak kepolisian, pelapor bisa menghubungi bagian Wassidik Polda Babel yang punya peranan untuk menindaklanjuti terhadap pengaduan masyarakat yang terkait dengan proses penyidikan,” kata Prof. Edi Setiadi saat ditemui di ruang kerjanya di Jalan Tamansari Bandung Jawa Barat, Sabtu (24/2/2018).

Disinggung ada tidaknya unsur pidana yang dilakukan oleh Mantan Caman Muntok ROS saat itu? Prof Edi Setiadi menjelaskan, selama dokumen yang dikeluarkan itu resmi (tidak palsu) mulai dari KTP, KK, maka pelepasan hak waris kepada RN sudah benar, dan sesuai prosedur administratif. Hanya saja persoalannya, apabila keputusannya salah objek, ada unsur pidana yang bisa menjeratnya.

“Keterangan waris itu bisa saja dari camat penerbitannya. Justru yang harus dibuktikan disini pada saat pelepasan haknya, apakah camat mengetahui atau tidak sebetulnya ada ahli waris yang berhak? Kalau dia (camat-red) tahu, berarti ada unsur pidana,” terangnya.

Terkait lepasnya hak waris pelapor yang saat ini dikuasai oleh orang lain walaupun dengan cara-cara yang salah, kata Edi tetap pengambilalihannya harus melalui gugatan ke pengadilan. Dan ini bisa diakumulasikan gugatan kerugian baik materil maupun kerugian imateril yang seharusnya dimiliki oleh pelapor.

”Sudah saya sampaikan diawal, ini ada unsur pidananya. Apabila penggelapan terbukti, maka akan dikenakan sanksi pidana. Terkait lambannya kasus yang berjalan langsung menghubungi Wassidik Polda Babel, satu lagi melengkapi pelaporannya seiring jalan bisa langsung lakukan gugatan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama,” tukasnya (rev/10)

Comment

BERITA TERBARU