by

Galau Asmara, Mas Yono Tegak Racun

-NEWS-148 views
Jasad Mas Yono terkapar tewas di teras depan pintu rumah selingkuhannya usai menegak racun tikus karena galau asmara, Selasa malam (12/12/2017). (Foto: mgt/Bastiar Riyanto)

Bunuh Diri di Teras Rumah Selingkuhan
Ditemukan Surat Wasiat di Saku

TANJUNGPANDAN – Cinta itu buta. Sepenggal kalimat pendek inilah yang diduga menjadi akhir kisah tragis Supriyanto alias Mas Yono (49) pendatang asal Jepara, Provinsi Jawa Tengah, hingga nekat menegak racun tikus di teras rumah wanita idaman lain (WIL).
Perantau yang menetap di Jalan Diponegoro RT 05/02 Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung ini diketahui sudah meregang nyawa di lokasi rumah Samsiya (47), Jalan Pondok Pinang RT 07/06 Kelurahan Paal Satu Tanjungpandan, pada Selasa malam (12/12/2017).
Samsiya sempat terkejut dan shock saat menemukan Supriyono sudah dalam keadaan terlentang dengan mulut berbusa dan mengeluarkan suara aneh pada malam itu. Karena panik, Samsiya langsung berlari menuju kediaman Ketua RT setempat guna melaporkan kejadian tersebut.
Dari keterangannya, Samsiya tak memungkiri bahwa ada permasalahan asmara antara Supriyono dengan dirinya. Hal itu bermula pada Selasa sore sekira pukul 17.30 Wib, Supriyono datang menghampiri rumah Samsiya. Namun, mungkin saja diduga hati masih merajuk, Supriyono pun enggan masuk ke dalam dan memilih duduk berdiam diri di depan teras rumah teman wanitanya itu.
Jelang magrib, kemudian Samsiya menutup pintu rumah dan pergi mandi sembari membiarkan Supriyono “galau” di teras rumahnya.
“Dia menurut keterangan dari saksi (Samsiya) datang sekitar sore, karena punya masalah tidak masuk. Sekitar Maghrib saksi menutup pintu rumahnya dan mandi,” kata Kapolres Belitung, AKBP Yudhis Wibisana kepada Rakyat Pos, Rabu (13/12/17).
Usai mandi saksi mencoba untuk melihat korban yang masih berada di teras rumah. Saat itu lah Samsiya terkejut karena korban sudah terbaring dan mengeluarkan suara aneh hingga mengeluarkan busa dari mulutnya.
“Ketika saksi mau mengecek kondisi korban sudah terbaring dan mulutnya berbusa, melihat kejadian itu saksi langsung melaporkan hal ini kepada ketua rukun tetangga setempat,” ujarnya.
Tak lama, Bhabinkamtibmas beserta warga sekitar langsung menuju TKP dan mencoba menolong Supriyono. Namun sayang lelaki itu sudah tidak terselamatkan lagi.
“Saat anggota Bhabinkamtibmas kita bersama warga ke situ, korban sudah tidak bernyawa lagi kemudian melaporkan kepada kita,” jelas Kapolres.
Meskipun saksi memberikan keterangan seperti itu, pihak kepolisian menyatakan akan tetap melakukan penyelidikan terkait kematian Mas Yono. Beberapa saksi diambil keterangannya dan mencari petunjuk lainnya. Termasuk menyelidiki secarik kertas bertuliskan tangan yang ditemukan polisi di saku pakaian korban.
“Kami masih tetap melakukan pendalaman. Misalnya, kita akan cocokan tulisan korban yang ditemukan di saku, dan juga tulisan lamanya,” tukas kapolres.
Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan pasca meninggalnya korban. Yakni, satu botol berisikan cairan racun tikus, tas warna coklat, dan satu lembar kertas yang disinyalir surat wasiat.
Sementara itu, Ketua RT 7 Jalan Pondok Pinang, Tanjungpandan, Al Umat Sumarno mengakui Samsiya adalah warganya. Dia juga tak menampik keduanya memiliki hubungan kedekatan seperti menjalin asmara.
Bahkan, pria yang akrab disapa Pak RT ini sempat berbicara langsung kepada korban beberapa hari sebelum bunuh diri. Inti dari omongan itu, agar mematuhi peraturan yang ada di kampongnya. Seperti tidak bertamu pada malam hari.
Bahkan, saat ditegur korban mengaku akan menikahi Samsiya. Namun setelah dicek, ternyata yang bersangkutan sudah punya istri di Jawa.
“Waktu itu kami minta untuk segera mengurus (pernikahan). Ya misalnya minta izin istrinya untuk nikah lagi,” pungkasnya. (yan/6)

Comment

BERITA TERBARU