FLS2N Ajang Pengenalan Adat Melayu Basel

  • Whatsapp
Foto bersama Wakil Bupati Bangka Selatan, Kajari, Wakapolres pada acara FLS2N tingkat Kabupaten Bangka Selatan.(foto: raw).

TOBOALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SD dan SMP Kabupaten Bangka Selatan Senin (17/4/2017).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Bola Laut Nek Aji ini, dibuka oleh Wakil Bupati Basel Riza Herdavid.

Dalam sambutannya, Riza mengharapkan FLS2N ini tidak hanya berorientasi pada kejuaraan saja, tetapi esensinya terletak pada nilai pendidikan yaitu menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman belajar.

“Kegiatan ini, merupakan ajang pembelajaran dalam hal olah pikir, olah hati, dan olah rasa, serta pengembangan sikap dan kepribadian siswa seperti sikap saling menghargai, saling menghormati, solidaritas dan toleransi. Kalah atau menang dalam festival ini bukanlah tujuan, tetapi jadikan sebagai motivasi dalam rangka mencapai tujuan,” kata Wabup.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momen siswa berkreasi, berinovasi, berprestasi dan berkompetisi secara sehat sekaligus member pengalaman belajar yang baik.

“Kepada panitia, wasit, juri tetap jaga dan pelihara situasi keamanan dan ketertiban demi suksesnya kegiatan ini, semangat kerja sama, rasa persaudaraan dan persatuan sesama kontingen hendaknya dipelihara dengan baik dengan mengedepankan semangat sportivitas yang tinggi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Selatan Narwanto mengatakan, melalui kegiatan ini Ia mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama melestarikan budaya seni khas Bangka Selatan.

“Kami mengajak anak-anak kita untuk mengenal adat melayu Bangka Selatan sekaligus sebagai penguatan pendidikan karakter yang akan diterapkan di sekolah,” ujarnya.
Terpisah, Kabid Pembinaan SMP, Ardiansyah mengatakan, FLS2N tingkat SD dilaksanakan pada 17-18 April sedangkan tingkat SMP pada 21-22 April.

Untuk tingkat SD diikuti sebanyak 48 peserta yang akan bertanding pada 4 cabang yaitu lomba baca puisi, menyanyi, pantomime dan seni tari. Sedangkan di tingkat SMP diikuti 150 peserta yang berkompetisi pada cabang Lomba cipta dan baca puisi, seni tari, musik tradisional, gitar solo, serta menyanyi solo.

Selain itu, sambung Ardiansyah, di tingkat SMP juga di OLSN (Olimpiade Literasi Siswa Nasional) dengan melombakan story telling, debat serta cipta cerpen. (raw/3).

Related posts