FKUB dan MUI Sepakat Tolak People Power

  • Whatsapp
Husein Jais

PANGKALPINANG – Proses tahapan demi tahapan Pemilu 2019  telah dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tak lama lagi, yakni 22 Mei 2019 mendatang bakal dilakukan pengumuman hasilnya. Sekarang ini, telah beredar di media sosial isu provokatif tentang pengerahan massa (people power) yang tidak terima dengan hasil Pemilu.

Guna mengantisipasi isu provokatif tersebut, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka, H. Husein Jais menghimbau kepada seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya masyarakat Kabupaten Bangka agar tidak terpancing dengan suasana yang terjadi akhir-akhir ini.

“Pemilu kita telah selesai dilaksanakan pada 17 April lalu dan kita didoakan bersama-sama mudah-mudahan membuahkan hasil yang terbaik. Kita masih menunggu dan mendengarkan hasil yang tepat dari KPU pada 22 Mei, nanti akan dijelaskan siapa yang berhasil dalam Pemilu 2019,” ujar Husein Jais dihubungi awak media, Senin (13/5/2019).

Dia mengajak masyarakat untuk tetap berjalan sebagaimana mestinya, menjalankan ibadah dengan damai dan santun. “Masyarakat lintas agama yang selama ini, kita lihat cukup baik. Kami harapkan pula bahwa kita tidak mengenal perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum seperti people power,” pesannya.

Untuk itu, dia berharap Negara Indonesia sebagai negara yang berdemokrasi dapat akan menjadikan rakyatnya semakin baik dan damai.

“Kita yakin bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah sebuah harga mati yang harus kita tingkatkan. Kita dapat memberdayakan negara dan kedepannya mencapai negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dan negara kita selalu aman dan damai,” harap Husein Jais.

Terpisah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka, Syaiful Zohri S.Ag juga sepakat mengimbau masyarakat agar tetap bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan untuk membangun negeri, tanpa huru-hara.

“Mari kita percayakan hasil Pemilu dengan lembaga penyelenggaranya, yaitu KPU. Atas nama MUI, kami mengimbau kepada umat agar tidak terpancing dengan ajakan people power,” tekannya.

Oleh karena itu, dia menambahkan, umat untuk menjauhi serta menolak people power. “Mari kita jauhi kekuatan yang bersifat inskonstitusional. Kita tolak segala bentuk yang merongrong hasil Pemilu dan semoga negara Kita tetap aman dan damai,” pungkas Syaiful Zohri. (bis/6)

Related posts