FKUB Babel Solid Jaga Persatuan

  • Whatsapp
FKUB Babel Solid Jaga Persatuan

PANGKALPINANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara serempak dan kompak menyerukan untuk selalu menjaga kerukunan dan persatuan di Bumi Serumpun Sebalai.

Hal itu disampaikan pengurus FKUB Babel dalam deklarasi bersama dengan seluruh tokoh agama Islam, Kristen, Protestan, Buddha, Hindu dan Konghucu di Kantor Sekretariat FKUB Babel, Rabu (17/5/2017) sore.

Muat Lebih

Ketua FKUB Prov. Babel, Dr. H. M. Subuh Wibisono mengatakan, deklarasi bersama 6 tokoh agama tersebut dilakukan dalam rangka ingin merajut, membina supaya kondisi keamanan dan kerukunan antar umat beragama yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat berjalan dengan damai, aman dan sejahtera.

“Karena belakangan ini di media televisi, medsos banyak berkembang berita yang harus kita cerna dengan baik. Jadi, saya menginginkan kondisi Bangka Belitung tetap dalam keadaan kondusif, aman dan keberagaman kita sesuatu yang tidak bisa dipungkiri lagi,” harap Subuh dalam kesempatan itu.

Keberagaman umat beragama, sambungnya, harus terdiri dari berbagai suku, adat, ras dan agama yang berbeda pula. Tidak mesti semua harus sama.

“Ibarat seperti Pelangi, mejikuhibimiu. Kadangkala ada hijau, kuning. Kalau Indonesia merah semua, saya rasa tidak enak dipandang mata. Tetapi kalau ada merah, hijau, biru seperti pelangi alangkah indahnya,” ujarnya.

Dijelaskan Subuh, keberagaman merupakan anugrah dari Allah SWT yang harus disyukuri, bukan malah menjadikan keberagaman dan kebhinekaan yang akan memecahbelah persatuan dan kesatuan umat manusia di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan sampai keberagaman ini mengadu domba kita sesama umat beragama. Kita mengumpulkan 6 tokoh agama ini karena sangat menginginkan anggota-anggota kita jangan sampai terprovokasi dengan berita yang simpang siur saat ini,” tegasnya.

FKUB melihat kilas balik ke belakang bahwa Bangka Belitung di pemerintah pusat diakui sangat-sangat kondusif keadaannya.

“Selama ini Zero konflik kita. Ada sedikit gesekan-gesekan, paling hal-hal yang kecil saja. Paling hanya mengenai kesepakatan saja dan alhamdulillah semuanya dapat kita selesaikan dengan cara musyawarah,” bebernya.

Sedangkan Romo Agustinus Dwi Pramodo Pr selaku Sekretaris FKUB Babel sekaligus mewakili umat Katolik menyepakati dan mengharapkan agar masyarakat tetap mempertahankan Babel tetap dalam keadaan yang kondusif dan tidak mudah goyah dalam membangun jargon kebersamaan.

“Serumpun Sebalai tidak tergoyahkan sebagaimana kita yang sungguh membangun jargon-jargon kebersamaan. Semua itu merupakan bagian yang harus kita rawat bersama. Kita harus merawat Kebhinekaan untuk NKRI ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Intelejen (Dirintel) Polda Babel, Kombes Pol Witnu Urip Laksana, S.Ik menambahkan, FKUB merupakan mitra kepolisian dalam rangka menciptakan kondusifitas wilayah Babel.

“Sampai dengan hari ini dari aspek kondisi sosial masyarakat ipoleksosbudhankam, kami menyatakan masih dalam keadaan aman, terkendali dan kondusif. Tentu ini tidak hanya tugas polisi saja dan polisi tidak akan mampu menjaga Provinsi Babel ini tanpa dukungan dari semua stakeholder,” pungkas Dirintel.

Di akhir acara itu, semua pengurus FKUB disaksikan Dirintel dan BIN Prov Babel menyerukan “Jangan dilihat perbedaannya, tetapi lihatlah kebersamaan kami. Kami FKUB Babel siap menjaga kerukunan antara umat beragama di Babel, NKRI harga mati”. (bis/6)

Pos terkait