Ferry: Verfak Harus Berkualitas, Jangan Sampai Ada Gugatan

  • Whatsapp

 

Ferry

RAKYATPOS.COM, TOBOALI – Jelang akan dilaksanakan verifikasi faktual (verfak) 29 Juni 2020 oleh PPS terhadap bakal calon perseorangan dalam Pilkada Basel yaitu pasangan Kodi-Rusliadi, pegiat pemilu, Ferry mengharapkan KPU dan petugas verifikasi  harus  siap segala hal, baik fisik maupun mental, serta pengetahuannya terkait objek yang akan di verfaknya.

 

“Petugas PPS dan petugas verifikator (kalau ada) yang didampingi PPK harus mengerti dan paham betul apa tugasnya terkait verfak calon perseorangan ini, mereka harus dibekalin dengan pengetahuan cukup, agar dalam verfak nanti calon perseorangan tidak merasa dirugikan,” kata Ferry, Minggu (28/6/2020).

Baca Lainnya

 

Begitu, juga tim dari bakal calon perseorangan harus tahu juga terkait verfak ini. Apa-apa saja item yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS). “Karena jumlah yang akan diverfak begitu banyak yaitu 15.035 dukungan, sedangkan syarat lolos jalur perseorangan apabila dukungan terpenuhi minimal 12.766, dengan waktu hanya 14 hari, dibutuhkan kerja ekstra dan perlu ketelitian dan kecermatan petugas verifikator dalam menentukan apakah dukungan ini memenuhi syarat, tidak memenuhi syarat dan belum memenuhi syarat, karena ada syarat dukungan perbaikan,” imbuhnya.

 

Dijelaska Ferry, hal ini penting karena menyangkut lolos dan tidak lolosnya bakal calon perseorangan. Oleh karena itu, kinerja pengawas pemilu dalam proses verfak sangatlah penting, soalnya masyarakat tidak dapat secara langsung mengawasi, hanya pengawas pemilu yang diberikan undang-undang untuk mengawasi proses  tersebut secara melekat.

 

“Saya kira Bawaslu dan jajarannya harus tahu objek pengawasannya dan focus dalam pengawasan ini, begitu juga dengan pengawasan protokoler kesehatan Covid-19,”  ujarnya.

 

Verifikasi faktual merupakan lanjutan dari proses verifikasi administrasi untuk mengecek kebenaran bukti dukungan bakal calon yang maju melalui jalur perseorangan, PPS mendatangi setiap tempat tinggal pendukung yang telah dinyatakan memenuhi syarat administrative untuk mencocokkan kebenaran nama, alamat pendukung, dan dukungannya kepada bakal pasangan calon.

 

“Saya  harap KPU berkoordinasi dengan berbagai pihak, terutama kelurahan, kades, kadus/rw/rt yang wilayahnya akan dikunjungi untuk verifikasi faktual. Apalagi saat ini masih pandemic Covid-19,” katanya.

 

Ia menambahkan proses verifikasi faktual  rawan gugatan dari bakal calon perseorangan, karena verfak ada kemungkinan jumlah dukungan yang dikumpulkan bakal berkurang, artinya bakal calon perseorangan kalau kurang dari 12.766 tidak lolos syarat minimal dukungan; kalau tidak lolos berarti berpeluang terjadi sengketa.

 

“Maka dari itu, saya harapkan KPU Basel dan jajaran dibawahnya betul-betul bekerja dengan cermat dan teliti serta memahami aturan seperti UU Pilkada, PKPU tentang  Pencalonan beserta juknisnya, agar bisa meminimalisir adanya sengketa proses  di Bawaslu, karena kalau terjadi sengketa  dan gugatan dikabullkan, maka energy KPU Basel dan Bawaslu akan terkuras untuk mengurus sengketa dan gugatan tersebut, sedangkan tahapan selanjutnya sudah menunggu didepan mata. Kami akan pantau terus. Semoga tahapan ini benar-benar berkualitas dan sesuai dengan objektivitas” pungkas Ferry. (raw)

Related posts