Etna: Babel Rumah Kedua Saya

  • Whatsapp
Acara pelepasan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel), Etna Estelita di ruang pertemuan Kantor BKKBN Babel, Jumat (24/1/2020).(foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG– Acara pelepasan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bangka Belitung (Babel), Etna Estelita yang digelar di ruang pertemuan Kantor BKKBN Babel, Jumat (24/1/2020) diiringi isak tangis.
Etna yang telah menjabat kepala BKKBN Babel selama 2,6 tahun saat ini sudah pindah tugas sebagai kepala BKKBN Sumatera Barat (Sumbar).

Menjabat sebagai Kepala Perwakilan BKKBN Babel, sejak 6 Juli 2017, banyak penghargaan serta perubahan yang diraih bersama dengan pegawai BKKBN Babel. Tak heran, ketika kebersamaan dan kekompakan ini dipisahkan, menyisakan kesedihan dan ketidakrelaan bagi seluruh pegawai BKKBN Babel.

Read More

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Isnaini misalnya. Dia kerap mendampingi Etna dalam berbagai kegiatan dan selalu dibimbing oleh wanita asal Padang tersebut.

“Hari ini 24 Januari 2020, ibu tidak pernah lagi jadi pimpinan kami, keadaan memberikan perpisahan, banyak kenangan indah, terimakasih menjadi pemimpin yang hebat untuk kami,” ujarnya dengan cucuran air mata saat membacakan kesan dalam acara perpisahan tersebut.

Menurut Isnaini, bekerja bersama Etna adalah pekerjaan yang tak terlupakan. Dia mengakui, terlalu banyak penghargaan yang peroleh bersama, hingga BKKBN Babel meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBK WBBM).

“Kami yang gak paham WBK WBBM, kemudian kita berusaha gapai bersama, walaupun pontang-panting, tak ada istilah pulang kerja tepat waktu. Terima kasih kami bangga punya ibu, atasan yang tak sekedar memerintah, tapi cara menggapai kesuksesan, terima kasih atas pelajaran berharga, kami rindu sosok pemimpin arif bijaksana, semoga lebih sukses di tempat yang baru,” katanya.

Dalam sambutannya, Etna juga mengaku sedih meninggalkan Babel, pulau yang menurutnya aman, damai dan penuh ketenangan. Namun, dia menyebutkan, kembali ke kampung halamannya adalah impian yang besar.

Sejak awal dilantik, ia mengaku dijanjikan hanya enam bulan bertugas di Babel, akan tetapi dalam perjalanannya dia harus menunggu hingga 2,6 tahun untuk bisa kembali mengabdi di tanah kelahirannya.

“Setelah enam bulan, hampir tiga bulan sekali saya tagih janji ke pak Sestama dan 13 Januari 2020 takdir berkata saya kembali ke Sumbar,” ujar Etna.

Perjalanan kariernya di Babel, menurut Etna, tak akan terlupakan, karena banyak kenangan indah yang ia kerjakan bersama tim di Babel.

“Saya mencintai Babel, saya anggap ini rumah kedua, suatu saat nanti kalau siapapun orang Babel mau datang ke Padang, saya harus terima dan layani dengan baik,” imbuhnya dengan suara yang sedikit serak menahan tangis.

“Babel bagian pembelajaran hidup, negeri paling aman dan tenang yang bisa membuat saya nyaman, padahal saya ingin dekat keluarga di Padang, kenangan selama di Babel memiliki tempat tersendiri, tak akan terlupakan,” tambah Etna.

Ketika dilantik menjadi kepala Perwakilan BKKBN Babel, sambung Etna, ia diharuskan bisa berpantun oleh gubernur Babel, karena memang sudah diperdakan.

“Saya paksakan dan sekarang sudah bisa berpantun dan akan selalu berpantun di Sumbar nanti, apalagi gubernurnya sambutan saja pantun semua,” imbaunya.

Etna juga mengucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah dan mitra kerja yang telah mendukung program KKBPK hingga dapat tercapai dengan sukses.

“Terimakasih sudah hibahkan tanah untuk pembangunan rumah dinas, saya kehilangan mitra kerja kepala dinas kesehatan (Mulyono Susanto-red) karena di Sumbar belum tentu kadinkes seperti pak Mul,” ujarnya.

Selama bertugas, lanjutnya, semua pegawai di BKKBN tak luput dari perhatian, bahkan ia hafal semua nama pegawainya, hingga cleaning servis dan lainnya. “Maafkan ibu ya, kalau galak. Saya sayang sama semuanya,” tukasnya. (nov/10)

Related posts