ESDM Bungkam Ditanya Soal Koba Tin

  • Whatsapp

Kunjungan Terkait Pendataan Aset

KOBA – Kunjungan Tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ke Komplek PT Koba Tin di Koba, Kabupaten Bangka Tengah pada Senin
(30/1/2017) menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, pihak ESDM yang seharusnya
memberi kejelasan tentang kewajiban PT Koba Tin pascaditutup, malah memilih bersikap bungkam. Saat kunjungan ke bengkel Koba Tin pun, salah
satu utusan ESDM saat dikonfirmasi Rakyat Pos malah hanya menjawab tidak berhak bicara karena cuma menjalankan tugas.
Pantauan wartawan di lapangan, selama di Komplek Koba Tin, rombongan Kementerian ESDM berjumlah 8 orang tersebut mendatangi bengkel untuk mendata aset-aset Koba Tin di gudang itu. Termasuk mendatangi smelter dan Power
House Bemban. Kedatangan Tim ESDM ini didampingi pihak Koba Tin.
“Silakan konfirmasi ke atasan saya, karena kami tidak berhak bicara,” ujar salah satu personil yang tidak mau disebutkan namanya dalam tim tersebut.
Sementara itu, Toto yang mengaku dari Manajemen Koba Tin saat dikonfirmasi di lokasi mengatakan tujuan Tim ESDM ke Koba Tin hanya sebatas mendata aset-aset yang ada di komplek dan Bemban.
“Saya hanya mendampingi pihak ESDM ke lokasi untuk melihat aset-aset Koba Tin per unitnya,” ujar Toto.
Saat ditanya soal pendataan aset tersebut apakah ada hubungannya dengan penjualan, Toto tidak menjawab lebih jauh soal itu. Lebih jelasnya kata
silakan konfirmasi kepada pihak ESDM.
“Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke tim ESDM untuk apa saja data itu,” tukasnya.
Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bateng, Apri Panzupi mengapresiasi
kedatangan rombongan Kementerian ESDM ke Koba Tin. Ia berharap pendataan aset bukan sebatas diatas kertas saja, melainkan datang ke lokasi untuk mengecek.
“Harapan kita kedepan, ESDM bisa mengambil keputusan yang bisa menyelesaikan masalah Koba Tin terutama kewajiban Koba Tin yang masih
tertunda. Seperti pertama kewajiban kepada negara berbentuk pajak, kedua kewajiban kepada mantan karyawan berbentuk pesangon, ketiga kewajiban
kepada mitra berbentuk utang, dan keempat berupa pasca tambang berbentuk reklamasi,” ungkap Apri Panzupi, Selasa kemarin (31/1/2017).
Ia mengatakan, jumlah keberadaan aset Koba Tin yang ada akan diketahui ESDM bila ke lapangan. Kemudian jika memang ESDM mengizinkan Koba Tin menjual aset, maka harus sesuai dengan peruntukkan.
Selanjutnya kata politisi PPP ini, dengan pergantian manajemen Koba Tin yang baru diharapkan lebih
baik, proaktif dan bijak dalam menyikapi isu-isu yang ada.
“Jangan sampai manajemen sekarang dianggap tidak lebih baik dari yang lama. Karena sudah banyak konflik yang terjadi, jangan sampai bom waktu ini sampai terjadi lagi seperti kejadian sebelumnya. Seperti penjarahan, sering terjadi, baik di dalam komplek maupun di lokasi tambang lainnya,” tukasnya. (ran/1)

Related posts