Erzaldi Ogah Bahas Dedy Yulianto

  • Whatsapp

Ngaku Hanya Jalankan Putusan Partai
Bilang Prabowo Lebih Tinggi dari MP

Pangkalpinang – Sindiran dan hujatan yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deddy Yulianto terhadap Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (DPD Gerindra Babel), Erzaldi Rosman, sepertinya anti klimaks.
Pasalnya, Erzaldi ogah menanggapi pernyataan Deddy Yulianto yang juga kader partai berlambang garuda tersebut. Ia menghindari pertanyaan wartawan tentang protes Deddy Yulianto terkait rekomendasi Erzaldi ke DPP untuk pergantian pimpinan dewan dan memilih tak mau berpolemik.
Ketika ditanya wartawan usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Provinsi Babel, Selasa (5/8/2017), Erzaldi menegaskan bahwa apa yang ia lakukan terhadap Deddy Yulianto sudah sesuai dengan prosedur partai. Selain itu, surat pergantian Deddy sebagai Wakil Ketua DPRD Babel dari Partai Gerindra kepada Muhammad Amin, telah ditandatangi pendiri Gerindra, yakni Prabowo Subianto.
“Sekarang kalau Dedy Yulianto…,” ujarnya tanpa melanjutkan perkataan dan mengalihkan dengan perkataan yang lain.
“Saya gak mau berpolemik tentang itu. Saya hanya jalankan keputusan partai,” sambungnya.
Saat dicecar apakah pergantian Deddy Yulianto sebagai pimpinan DPRD sudah disetujui Mahkamah Partai (MP) DPP Gerindra? Erzaldi menegaskan bahwa surat tersebut sudah ditandatangani Prabowo.
“Astagfirullah, surat itu Pak Prabowo yang tandatangani, masak ikak (kalian-red) ragu dengan mahkamah partai. Pak Prabowo lebih tinggi dari mahkamah partai,” pungkasnya seraya berlalu menaiki kendaraan dinasnya.
Sedangkan Wakil Ketua DPD Gerindra Babel, Edy Nasapta menambahkan, persoalan reposisi jabatan dari Deddy Tulianto kepada M. Amin telah sesuai dengan aturan yang ada.
“Pasti sudah sesuai aturan. Surat itu yang menandatangani Pak Prabowo langsung dan DPD hanya menjalankan amanah partai,” tuturnya.
Tapi dalam berita sebelumnya, Deddy Yulianto memprotes kebijakan Erzaldi Rosman yang juga Gubernur Provinsi Babel dan menyebutnya dengan sebutan DESI atau Dak Sadar Diri. Kata ini singatan dari Bahasa Bangka yang berarti tidak tau diri.
Erzaldi yang menggantikan Deddy Yulianto sebagai Ketua DPD Gerindra Babel, dinilai menggunakan kebijakan arogan hendak mereposisi Wakil Ketua DPRD Provinsi Babel.
Dalam rilis yang dikirimkan kepada wartawan Minggu (3/9/2017), Deddy Yulianto mengisyaratkan bahwa Erzaldi telah merekomendasikan perggantian pimpinan DPRD Babel terhadap dirinya dan mencopot anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat berasal dari Gerindra yakni Anto ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
Namun demikian ia mengakui adalah kebijakan partai jika ingin menggantikannya dari jabatan wakil ketua DPRD. Hanya saja menurutnya ada aturan yang harus dilalui dalam proses pergantian pimpinan dewan maupun pencopotan atau Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD, tidak asal merekomendasikan saja.
“Terkait masalah pergantian saya sebagai pimpinan dewan dari Fraksi Gerindra yang pertama saya ingin menyampaikan bahwa saya sudah melayangkan surat ke pimpinan DPRD Babel dan ke Mahkamah Partai lewat ketua harian dan langsung ke ketua umum ditunjukkan suratnya. Karena sesuai AD RT partai, perselisihan internal partai diselesaikan oleh badan kehormatan partai dan tim 7. Saya sampai hari ini tidak pernah dipanggil dan disidangkan dan dipanggil oleh Mahkamah Partai, tiba tiba ada surat pergantian pimpinan DPRD, walaupun itu hak partai sesuai dengan PP 16 tahun 2014,” tulis Deddy.
Menurutnya, surat keberatan reposisi yang dilayangkannya kepada DPP bukan untuk melawan Partai Gerindra. Akan tetapi ingin mengetahui duduk persoalan apa yang membuat partai ingin menggantikan dirinya dari jabatan Wakil Ketua DRPD Babel. Terlebih, Deddy mengaku bukan kader karbitan dan sangat paham betul AD/ ART Partai Gerindra.
“Saya bukan melawan, namun saya pengen tau apa persoalan dan adanya pergantian pimpinan DPRD ini. Hingga saat ini saya masih menunggu jadwal dari badan kehormatan partai untuk menyidangkan saya dan saya diberi mengklarifikasi sesuai dalam AD RT Partai. Masyarakat Babel tau lah, saya ini bukan kader karbitan dan bukan kader instan yang baru bergabung di Gerindra. Cukup paham dan mendalami proses di Gerindra. 4 tahun jadi ketua partai dan 3 tahun jadi sekretaris partai. AD RT Partai Gerindra dan isinya sudah paham betul, dan sudah khatam. Saya ini bukan kader karbitan, 2 kali verifikasi, 2 kali pileg, 2 kali Pilpres beberapa kali Pilkada saya terlibat langsung,” paparnya.
Karena itu, Deddy Yulianto menilai Erzaldi selaku Ketua DPD Gerindra Babel yang menggantikan dirinya, tidak menghargai perjuangan para pendiri dan pengurus Gerindra sebelumnya. Erzaldi juga dituding ‘kacang lupa akan kulitnya’ yang menghantarnya menggunakan 5 kursi Gerindra di DPRD Babel guna mencalonkan diri menjadi Gubernur Babel beberapa waktu lalu.
“Pak Erzaldi selaku ketua partai yang baru beberapa bulan sama saja tidak menghargai pejuang dan pendiri partai. Mestinya Erzaldi tau diri dia bisa pakai Gerindra 5 kursi jasa kami pendiri dan pejuang partai. Saya menyesalkan pengurus pengurus partai yang selama ini membantu verifikasi, Pileg, Pilpres hampir semuanya dibuang dan diganti pengurus baru. Itu namanya Desi alias dak sadar diri. Mestinya selaku ketua partai propinsi dan gubernur dari Gerindra harus bijak menyikapi persoalan seperti ini. Jangan seenaknya mengganti kader pendiri partai, jangan lupakan sejarah, jangan lupakan pendiri dan pejuang partai. Mestinya beliau sadar Gerindra dapat 5 kursi jasa siapa selama ini. Mudah mudahan Ketua DPD Gerindra dapat hidayah, termasuk memecat anggota DPRD Bangka Barat sdr Anto. Kalau orang tua Anto (bunda)mendukung kandidat lain dalam pilkada kemaren itukan hak politik seseorang, jangan dikaitkan dengan anaknya. Mestinya gubernur lebih dewasa dalam berpolitik,” bebernya.
Sementara DPRD Provinsi Babel menargetkan waktu dua minggu kepada Deddy Yulianto untuk “mengadu” ke Mahkamah Partai Gerindra. Rencananya, jabatan Deddy akan direposisi oleh Muhammad Amin.
Bakal bergantinya pimpinan dewan ini pun menuai perdebatan sengit dalam rapat Banmus (Badan Musyawarah) DPRD Babel yang digelar Kamis (31/8/2017). Beberapa anggota dewan sesama internal Fraksi Gerindra DPRD Babel terlibat adu argumen. Akhirnya Banmus memberi tenggat waktu kepada Deddy Yulianto untuk meminta keterangan secara tertulis terkait reposisi wakil ketua DPRD tersebut. (nov/ron/1)

Related posts