Erzaldi: Masa Dermaga Hancur, Dibiarkan?

  • Whatsapp

Diskresi Solusi Belum Tuntasnya RZWP3K

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, prihatin terhadap kondisi pulau-pulau kecil yang belum bisa tersentuh pembangunan akibat terganjal RZWP3K.
Dikatakannya, ada beberapa dermaga kondisinya roboh, rusak dan perlu diperbaiki, seperti di Lepar, di Belitung tiga dermaga, di Babar terdapat dua dermaga, belum rencana pembangunan di pulau-pulau kecil.
Selama dua tahun terakhir sejumlah dermaga tidak jadi dibangun meskipun uangnya sudah disiapkan.
“Masa dermaga sudah hancur, enggak kita selesaikan, kita biarkan? Kan kasihan masyarakat, mau bangun masih terkendala RZWP3K yang belum selesai,” sesal Gub usai memimpin rapat usulan diskresi Kabupaten Belitung, di ruang Tanjung Pendam, Kamis (16/5/2019).
“Kita dak bisa menunda pembangunan, pelayanan ke masyarakat, coba bayangkan, dua tahun enggak bisa dibangun karena RZWP3K belum selesai, dak ada yang mau kerjakan, karena takut keliru,” tambahnya.
Saat ini pengembangan pariwisata juga terhambat, khususnya di pulau-pulau kecil yang ada di Belitung maupun di Bangka.
“Makanya kita minta diskresi ini bisa kita sampaikan, syaratnya permintaan dari bawah, makanya kita minta daerah mengusulkan,” imbuhnya.
Disinggung usulan diskresi apakah berbeda dengan keputusan RZWP3K, Erzaldi menegaskan, apa yang diusulkan dalam RZWP3K, sebetulnya sama dengan yang diusulkan dalam diskresi, hanya dalam diskresi ini minta dipercepat sambil menunggu raperda ditetapkan.
“Apa yang dibuat sekarang ini, itu sudah disesuaikan dengan usulan RZWP3K. Jadi apa usulan ini, tidak ada yang tidak sesuai dari RZWP3K, cuma kita percepat,” tandasnya.
“Yang kita usulkan, tidak merubah usulan yang disampaikan dalam RZWP3K, yang kita usulkan yang sudah diusulkan masyarakat, misalnya swasta mau ngembangin pulau apa, jadi dak usah semua di RZWP3K, tetapi poin-poin pentingnya,” timpalnya lagi.
Mengenai pembahasan RZWP3K di DPRD, Erzaldi mengaku tak mau ikut campur karena merupakan kewenangan DPRD membahas dan menuntaskan raperda ini.
“Kalau kita sudah beri ke dewan kita enggak ada bisa ultimatum, atau apa, silahkan mereka yang membahas dan menetapkan,” tegasnya.
Tak dipungkiri, sebutnya, karena belum tuntasnya raperda ini, beberapa investasi menjadi terhambat.
“Investasi terhambat, nelayan terhambat, masa kita biarkan dermaga hancur,” tandasnya.
Sementara itu, dalam audiensi dengan Pemkab Belitung, Bupati Belitung, Sahani Saleh, menegaskan memang ada beberapa item yang akan disampaikan dalam diskresi, namun ia meminta waktu untuk mendata dan mengusulkan secara tertulis ke Pemprov Babel, dalam waktu tiga hari kedepan.
“Sudah kita inventaris beberapa pulau, terkait arah pengembangan pariwisata, budidaya dan konservasi, semuanya sudah masuk rencana strategis, nanti akan kita usulkan ke provinsi, beri saya waktu tiga hari, saya kerjakan, nanti kami kirimkan surat tertulis,” pungkasnya.
Setelah kabupaten Belitung, Pemprov akan menjadwalkan memanggil Pemkab Beltim, dan Bangka Barat serta Bangka Selatan, untuk usulan diskresi tersebut. (nov/6)

Related posts