Erzaldi: Lada Kita Cuma Jadi Pencampur

  • Whatsapp

Regulasi Belum Berpihak

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman berharap kedepan ada regulasi yang mengatur ekspor lada khusus dari Babel. Sejauh ini menurut dia, regulasi yang ada belum memihak Babel sebagai daerah penghasil lada dengan brand terkenal Muntok White Pepper.

“Tolong ekspor lada hanya dari Babel, jangan lagi dari Jakarta, Medan. Kita sudah dapatkan indikator geografis dari pusat, lada berasal dari Babel. Kenapa enggak lewat Surabaya, karena disana lada yang diekspor ke Vietnam dioplos, lada kita cuma dijadikan pencampur untuk menaikkan tingkat kepedasan. Lada inilah yang selama ini memenuhi pasar dunia,” kata Erzaldi saat paparan di depan Pasis Sesko TNI di Kantor Gubernur Babel, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, karena masalah tersebut, lada dari Babel tidak lagi berkualitas premium. Dengan adanya regulasi tersebut, Erzaldi berharap dapat meningkatkan harga lada karena ekspor dilakukan langsung dari Babel. “Tentunya hal ini akan berimbas pada kesejahteraan petani lada,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan pemprov melalui dinas pertanian sudah mulai memberikan edukasi dan pembelajaran kepada petani, disamping memberikan bibit unggul, junjung hidup termasuk memberikan bantuan pupuk.

“Untuk meningkatkan produktivitas, tanah, katanya perlu diberi pupuk kompos, karena dengan penggunaan pupuk kimia tanah jadi keras dan kering,”kata orang nomor satu di Provinsi Babel ini.

Erzaldi memaparkan dari dulu sakit pada tanaman lada ada dua yakni sakit kuning dan busuk pangkal batang. Untuk menanggulangi hal itu, sejak 2017 Pemprov Babel sudah mendirikan unit pembibitan bibit unggul.

“Dulu bibit sembarangan yang ditanam, kalau sakit kuning masih bisa dibibitkan tapi ya pasti sakit, masyarakat enggak tau. Petani kemudian tetap menanam, apa yang terjadi, begitu ditanam tiga tahun kemudian mati, artinya produktivitas kecil,” beber Erzaldi.

Kondisi ini, lanjut dia, berbeda dengan di Vietnam, dimana produktivitas tinggi karena tanaman lada bisa bertahan hidup hingga 13 tahun dengan junjung (tajar hidup) 15 meter, sementara di Babel hanya 3 meter. (nov/6)

Related posts