Erzaldi Kecam Lurah Tidak Hadir

  • Whatsapp

Rapat Bahas ADD 2018
Kelurahan Terancam tak Dapat Bantuan

PANGKALPINANG — Gubernur kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Roesman Djohan tampak berang, ketika mendapati hanya ada beberapa orang lurah yang hadir dalam rapat penguatan sistem pendataan terpadu pemerintahan desa di ruang mahligai serumpun sebalai Pemprov Babel, Kamis (6/7/2017).
Rapat ini, merupakan rapat yang dihadiri seluruh kepala desa dan lurah se-Babel, terkait alokasi dana desa yang akan dikucurkan Pemprov Babel pada tahun 2018 mendatang.
“Mana lurah dari Pangkalpinang, coba berdiri? Mengapa duduknya di belakang, apa ndak serius mengikuti rapat ini, tolong dicatat siapa saja yang hadir, yang tidak hadir gak usah diberi bantuannya, berikan kepada yang hadir saja,” cecarnya ketika mengabsen kehadiran para lurah.
Erzaldi menegaskan, kelurahan memang tidak diberikan bantuan oleh pemerintah pusat kecuali desa yang didapat melalui kementerian desa, tetapi Pemprov, sambungnya, membuat kebijakan untuk memberikan dana tambahan kepada desa dan kelurahan untuk lebih mengembangkan berbagai sektor di daerah.
“Tahun 2018 kalau desa dapat ADD, lurah (kelurahan) juga dapat. Kita akan memberi bantuan kepada kelurahan. Tetapi kami akan memandu lurah bersama camat,” ujarnya.
Camat pun, kata Erzaldi akan dapat bantuan untuk konsolidasikan pembinaan mengawasi pelaksanaan ADD dan bantuan dari provinsi, sekaligus nanti, tidak ada kegiatan yang dilakukan di desa dari provinsi maupun kabupaten tidak diketahui camat yang bertugas.
“Kami minta laporkan kegiatan yang ada di kecamatan, formulanya akan kita siapkan, ini sebagai fungsi kontrol kita, dan fungsi ini nantinya akan berjalan dengan perkembangan IT, kami sudah dapat kontrak kerjasama untuk menanam fiber optic di jalan protokol, selama ada Android bisa sampaikan laporan, nanti tak bisa bohong lagi,” jelasnya.
Pemprov, tegasnya, tak akan menyulitkan daerah, dan akan berikan juknisnya yang disusun sama-sama sehingga tak ada keraguan.
“Jangan sampai dana tak terpakai, makanya kita susun juknisnya sama-sama,” imbuhnya.
Untuk di perkotaan, Pemprov akan memfokuskan untuk membantu pengelolaan sampah, ia menilai persoalan sampah di Pangkalpinang kerap menjadi masalah, oleh karenanya kelurahan akan dibantu untuk operasional sampah.
“Masalah sampah kami akan bantu lurah untuk operasional sampah, nanti di level kecamatan akan kami bantu pengelola sampah plastik, ibu-ibu harus punya bank sampah, tapi ini diberikan kepada kelurahan yang hadir saja,” ingatnya.
Sedangkan untuk desa, sambung Erzaldi, Pemprov akan mengucurkan bantuan untuk beberapa prioritas, diantaranya pertanian dan pariwisata, sedangkan daerah pesisir menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
“Di desa yang ditekankan adalah sektor pertanian, kita tak beri batasan yang penting dilakukan, memfokuskan untuk pertanian dan menetapkan membantu secara gratis bibit lada dan bibit kapuk berikut pupuk bersama dengan sapi, sapi dibagikan per kelompok, orang yang dapet sapi jangan dapet bibit, bagi-bagi. Saya tak bedakan kaya miskin, yang mau saja, yang gak dak usah, jadi jangan ngaku-ngaku miskin biar dapet itu ini, tapi yang mau silahkan, yang melaksanakan kalian sendiri, kami merik duit e (memberikan uangnya-red), tetapi untuk bibit lada sudah masuk e-catalog jadi jangan sebasing (sembarangan-red) beli bibit,” bebernya dengan perpaduan bahasa khas Babel, agar para kades lebih paham.
Selain itu, Pemprov juga akan memfokuskan untuk mengendalikan inflasi sembilan bahan pokok, dan akan prioritaskan deaa yang sudah ada BUMDes, dengan teknologi BRI yang akan memfungsikan toko kelontongan sebagai unit, dan juga warung ini melayani pembelian dengan kartu bagi masyarakat tidak mampu yang menerima program pemerintah (KPH).
“Nanti harganya sama, jadi harga beras di Belinyu dan di desa lain sama, kita juga ada bahan lainnya 3.000 produk dari uniliver yang akan dijual dengan harga sama,” terangnya.
Bagi desa yang memiliki potensi pariwisata, mantan Bupati Bateng ini meminta agar desa membangun musola, pujasera dan toilet di kawasan wisata.
“Tolong sampaikan ke kami desa yang punya potensi wisata, selama sudah dibentuk kelompok sadar wisata akan kita bantu mengelola bantuan, terutama untuk penyediaan pujasera, toilet dan musola, ini akan kita bangun kita serahkan ke kelompok (sadar wisata) ini,, mereka menerima merangkul umkm untuk jual produk di pujasera, jangan sampai orang berwisata tidak ada menu yang dimakan, kalau hanya kopi saset, mie goreng rebus pakai telur tambah sayuran itu sudah biasa, yang maunya itu menu khas misalnya lakso setan, bakso apa, pacak-pacak ikak lah bikin orang tertarik, asal nyamen,” jelasnya sambil membuka pola pikir para kades.
Ia meyakini, jika gerakan ini masif, ekonomi akan bergerak, dan inflasi dengan sendirinya akan turun, disamping itu, tambah ketua DPD Gerindra Babel ini, pemprov berusaha membangun pelabuhan transportasi dan lainnya, termasuk menyiapkan bus sekolah.(nov/6)

 

Related posts