Erzaldi Jalankan Program Strategis di Bangka Tengah

  • Whatsapp

Tahun Ini Pembangunan Jembatan Lubuk Keledang

KOBA – Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman berkomitmen menjalankan program strategis beberapa Desa di wilayahnya. Mulai dari mengecek langsung program UPSUS SIWAB atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting milik Kelompok Ternak Madang Jaya di Dusun Air Medang Desa Romadhon Kecamatan Sungai Selan, Senin (13/02) kemarin.

Selain itu, dilain tempat Erzaldi melantik Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), sosialisasi Baznas Bateng, dan penyerahan beasiswa dari Bank Syariah kepada 40 siswa-siswi SMA/SMK sekaligus pembinaan bagi 900 guru SD dan SMP se- Bateng di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah.

Begitu juga dengan kegiatan lainnya mulai dari penyerahan bibit cabai untuk PKK Kecamatan, Kelompok Wanita Tani se-Bateng, serta kelompok tani se-Bangka Tengah. Dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis bantuan dari Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI kepada 5 kelompok Wanita Tani, penandatanganan Momurenadum of Understanding (MoU) antara Dinas Pangan dan PKK Kabupaten Bangka Tengah, MoU antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bangka Belitung (MBB), (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dengan Poltekes, MoU antara Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan STAIN SAS Babel, sekaligus pelepasan 38 Mahasiswa STKIP MBB melaksanakan KKN di Bangka Tengah.

“Program-program yang sedang dijalankan saat ini diharapkan bisa membantu dan meningkatkan kesejaheraan masyarakat khususnya di Bangka Tengah. Seperti program isiminasi buatan perkembangbiakan sapi di Dusun Air Medang Desa Romadhon Kecamatan Sungai Selan, bantuan bibit cabai untuk dibudidayakan bersama petani dan TP PKK Bateng. Kemudian pelantikan IPHI dan penandatanganan MoU dengan perguruan tinggi di Babel,” ujar Erzaldi disela kunjungannya.

Khusus pembangunan Jembatan Lubuk Keledang Kampung Magelang Kecamatan Lubuk Besar sambung Erzaldi, akan dimulai awal tahun 2017 dengan biaya mencapai Rp2,4 miliar Dana Alokasi Khusus (DAK). Pembangunan jembatan pasca banjir tersebut diharapkan dapat membantu akses jalan masyarakat setempat yang notabenenya berasal dari hasil pertanian.

“Sebelum jembatan ini dibuat, saya mau mengajak masyarakat termasuk Kadus dan Kades untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sehubungan dengan akan dibatasinya penggunaan jalan alternatif selama 8 bulan pembuatan,” ujarnya. (ran/7)

Related posts