Erzaldi Inginkan Bangun Wisata Halal

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat meresmikan produksi produk lokal beberapa waktu lalu. (foto: dok)

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menginginkan daerahnya menjadi provinsi yang memiliki tempat wisata halal untuk mendapatkan keberkahan Allah.

“Halal tantangan bagi Babel dan kami terus mendorong bahkan serifikat halal menjadi kewajiban dan dorongan agar Babel ini mendapat keberkahan. Kalau percaya dengan kekuatan halal, negeri kita akan berkah,” kata Erzaldi, saat seminar halal internasional, di aula Bank Indonesia, Rabu (26/2/2020).

Read More

Dia melihat, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, namun masih sedikit memiliki tempat-tempat halal ataupun tempat makan yang sudah bersertifikat halal.

“Kalau Arab Saudi itu wajar karena memang semuanya muslim, tapi Australia, Jepang masuk sepuluh besar wisata halal, malu kita sebagai negeri mayoritas muslim tidak masuk memprioritaskan halal,” imbuhnya.

Untuk mewujudkan hal ini, menurut Erzaldi, perlu strategi dan kerja sama dari semua pihak, bukan saja pemerintah tetapi pihak terkait lainnya.

“Perlu dorongan, masyarakat harus bekerja keras, terutama hari ini kita kumpulkan ulama, payungnya harus kuat, standar halalnya harus ada,” tandasnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebutnya, harus berada di depan dan menjadi pengayom semua organisasi, jangan sampai nantinya masing-masing organisasi memiliki standar sendiri yang pada akhirnya akan membingungkan masyarakat.

“Omnibus law mau ngatur tentang halal, jangan, MUI harus di depan, kita ini satu, jangan mau dipecah-belah,” kata Erzaldi.

Tantangan kedua, lanjutnya, bukan saja dari sektor makanan dan tempat usaha, tetapi perbankan. Ia mendorong agar konsep perbankan syariah terus dikembangkan.

“Kalau mau kembangkan halal, uangnya harus halal, tapi kalau mau meraih keberkahan dari atas sampai ke bawah halal, yang menyediakan pinjaman banyak yang konvensional, syariahnya mana,” ulasnya.

Dia berharap, di Babel bisa diterapkan halal di semua bidang, agar mendapatkan keberkahan. Untuk menjaga jaminan produk halal, Pemprov Babel, lanjutnya, sudah mengembangkan Berkah Mart, unit usaha yang menjangkau ke desa-desa.

“Nantinya kami juga akan menerapkan konsep halal, 40 persen adalah saham dari BAZNAS dan badan wakaf, sekarang sudah memiliki saham 10 persen kami sudah punya 200 outlet, dibantu advisor tokoh yang menjunjung tinggi halal, bukan lagi ekonomi Islam tapi ekonomi halal, karena halal bagian dari keislaman,” tuturnya.

Terakhir, Erzaldi berharap MUI bekerjasama membenahi agar proses halal betul-betul dikedepankan. “Saya mengajak jangan terlalu banyak bagaimana bicara apa itu halal, karena sudah ada dalam benak, tapi strategi meng-halal-kan produk dengan cepat, dan menjadi kewajiban,” tandasnya.

Sekarang ini, Pemprov Babel lebih mengedepankan halal food sebagai destinasi wisata halal.

Hal ini diakui Gubernur Babel kepada awak media, usai pembukaan Seminar Halal Internasional dengan mengusung tema “Toward Bangka Belitung as the World Class Destination for Halal Tourism” di Ruang Tanjung Kelayang, Kantor Bank Indonesia Bangka Belitung pada Rabu (26/2/2020).

“Yang pasti, food dulu. Food ini adalah yang utama karena banyak sekali makanan-makanan yang enak, terutama sea food,” kata Erzaldi.

Selain itu, diakuinya, travelling juga menjadi nomor dua setelah halal food sebagai destinasi wisata halal.

“Tentunya dari beberapa bagian halal seperti food, fashion, media, travelling dan lain sebagainya, food yang utama. Yang kedua adalah travelling,” sebutnya.

Gubernur Erzaldi berkomitmen pihaknya akan mempersiapkan lokasi-lokasi destinasi wisata dengan fasilitas-fasilitas yang halal, salah satunya tempat ibadah.

“Tentunya, bagian-bagian ini harus kita jaga betul-betul. Tetapi, kami berkonsep tidak membuat orang berat untuk terdorong bagaimana sikap kita menyediakan lokasi destinasi alam,” ujarnya.

Untuk itu, dia menambahkan, pemerintah akan memberikan kenyamanan dari hal yang paling mendasar terutama sekali infrastruktur untuk mendorong destinasi wisata halal.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH. Muhidin Junaidi MA, mendukung langkah gubernur untuk menerapkan halal dan mengharap keberkahan Allah. “Dasar prinsip Islam adalah halal, kita ingin mendapatkan keberkahan Allah, harus dimulai dari hal dasar,” sebutnya.

Dia menilai di Indonesia memang meskipun banyak yang menyediakan makanan halal, tetapi belum semuanya memiliki sertifikat halal dan jaminan halal.

“Halal memberikan efek, Allah akan memberikan keberkahan. Kami akan mendukung dan di belakang gubernur. Babel sangat populer, kami ingin mempromosikan Babel, mudah-mudahan dengan seminar internasional seperti ini kita bisa ambil pelajaran penting, bahwa sebuah peradaban diawali dari budaya yang berlandaskan agama,” katanya.

“Kita yakin, mudah-mudahan Islam memberikan solusi terbaik dengan berpegang pada nilai agama akan meraih kebahagiaan keharmonisan disini,” tambahnya. (nov/bis/10)

Related posts