Erzaldi Ingin Babel Jadi Pusat Pembibitan Pohon

  • Whatsapp
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat meninjau kawasan konservasi mangrove Kurau Barat, Sabtu (12/10/2019).(foto: istimewa)

Untuk Rehabilitasi Lahan
Kelekak Nusantara Resmi Dilaunching

PANGKALPINANG- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, mengusulkan agar Babel dapat menjadi pusat pembibitan tanaman yang akan dijadikan tanaman rehabilitasi bagi sejumlah daerah di Indonesia.

Keinginan ini, sudah diutarakan gubernur kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo disela peringatan bulan pengurangan risiko bencana (PRB) Nasional di Babel, Minggu (13/10/2019).

“Kita ingin agar BNPB menjadikan Babel sebagai pusat pembibitan pohon yang memang difungsikan rehabilitasi hutan, kita minta ahlinya bisa datang Babel,” sebut Erzaldi.

Dia menilai, Babel tempat yang cocok dikarenakan cukup banyak tersedia lahan yang bisa dijadikan tempat pembibitan, namun ia meminta agar pakar atau ahlinya bisa langsung datang melihat dan menentukan tanaman yang akan dijadikan ditanam dan menjadi pembibitan. “Harus diasistensi oleh BNBP kita harap ahlinya dari mereka,” imbaunya.

Ketika nantinya, provinsi dari wilayah Barat Indonesia atau lainnya yang membutuhkan pohon, Babel siap mensuplai bibit pohon tersebut.”Kita siapkan lahan, nantinya di dekat bandara ini cukup luas, dan kepala BNPB juga mengajak dorongan dari swasta dalam hal ini,” ulasnya.

Sementara itu, pada peringatan bulan PRB nasional ini, Babel juga melaunching Kelekak Nusantara, kawasan hutan di Bukit Mangkol yang ditanami dengan berbagai jenis pohon dari berbagai provinsi di Indonesia. “Ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Babel, dimana di Kelekak Nusantara ini, bibit pohonnya dibawa dari berbagai provinsi di Indonesia,” sebutnya.

Dia berharap, melalui Kelekak Nusantara ini, mengajak masyarakat untuk kembali aktif bertanam pohon, dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. “Ini upaya memotivasi untuk menamam, di Mangkol itu memang kondisinya sudah rusak dan kita mengundang untuk menanam disana, disusul lokasi lain,” tandasnya.

Dalam arahannya, Kepala BNPB Doni Monardo juga mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan, bisa dengan menanam pohon, mangrove di pesisir pantai dan tanaman lainnya.

“Provinsi, kabupaten dan kota diharapkan memiliki rencana yang berhubungan dengan potensi ancaman mulai dari mitigasi, pencegahan dan kesiapsiagaan sehingga diharapkan daerah memiliki sebuah program yang mampu meningkatkan kapasitas, lembaga sumber daya manusia dan anggaran, sehingga daerah bisa leluasa melakukan berbagai hal berhubungan dengan bencana, berhubungan dengan ekosistem,” bebernya.

Ia mencontohkan ,di lokasi yang rawan tsunami, perlu dibangun vegetasi sesuai alam, tanaman mangrove misalnya, pohon ketapang , pohon ule dan pohon lainnya, yang relatif panjang umurnya bahkan hingga ratusan tahun.

“Ini akan mampu melindungi masyarakat dari ancaman gelombang tsunami, dari data, gelombang tsunami bisa 700 km per jam, kalau enggak ada hutan pantai di kawasan ini berisiko, bisa dibayangkan,” tandasnya.

Selain itu, di banyak tempat mengalami kekeringan, salah satu faktor selain perubahan iklim, adalah kemarau panjang, karena terjadi alih fungsi lahan.

” Kawasan vegetasi telah berubah fungsi, perlu semangat baru untuk menanam, kemauan menanam tinggi, tapi memelihara kurang, bukan berapa banyak ditanam tapi yang tumbuh, BNPB menyusun standarisasi termasuk vegetasi, sehingga tingkat kehidupan tanaman lebih tinggi,” tandasnya.

Demikian juga di lokasi yang rawan tanah longsor, jika dibangun tembok beton, dengan kontur tanah yang labil, juga berisiko longsor, oleh karena ini dipilih tanaman yang cocok, seperti akar wangi.

“Dibutuhkan pemahaman masyarakat mengenai lingkungan, untuk menjaganya, misalnya di lahan gambut, fungsinya harus dikembangkan, menjadi kawasan yang basah dan berair,” ulasnya.

Dalam puncak acara peringatan bulan PRB nasional tahun 2019 ini, dilaksanakan berbagai kegiatan dan dihadiri BPBD se-Indonesia, kementerian terkait yang menyampaikan keynote speech, pemutaran video, launching Kelekak Nusantara, komitmen pengurangan sampah plastik dan lainnya.(nov/10)

Related posts