Erzaldi Ingin Babel Jadi Destinasi Wisata Halal

  • Whatsapp

Segera Bentuk Tujuh Kampung Pangan Halal

PANGKALPINANG- Lembaga Pengkajian Pangan,Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Bangka Belitung (Babel) akan membentuk kampung pangan halal di tujuh kabupaten dan kota. Hal ini sebagai langkah awal Provinsi Babel menjadi kawasan destinasi halal.

Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman menegaskan Provinsi Babel harus memulai dan tidak saja produk pangannya yang halal, tetapi kampungnya juga menuju kampung halal.

“Kita meningkatkan produk berbasis halal, kerja sama dinas UMKM koperasi. Tidak saja produknya yang halal, tapi kampungnya juga,” kata Erzaldi saat sosialisasi kampung pangan halal di Mahligai Serumpun Sebalai, Senin (15/4/2019).

Kampung pangan halal ini, menurut dia, juga bagian dari pengembangan pariwisata di Babel, seiring dengan peralihan dari tambang ke pariwisata. Ia meyakini, kampung pangan halal ini akan membuat lancarnya sektor pariwisata.

“Secara keseluruhan kampung pangan halal ini bersih, airnya, saluran, makanannya dan lainnya. Tagline, kampung pangan halal, harus menyeluruh, makanya kedepankan yang halal,” katanya.

Makna pangan halal, ujungnya adalah keberkahan dan Erzaldi menegaskan kalau tidak makan barang tidak halal, tidak akan berkah. “Tidak saja bicara desa, tapi semua, jangan saja hanya bicara pangan, tapi lingkungannya,” tekannya.

LPPOM MUI, lanjutnya, selama ini sudah bergerak dan kali ini gencar men-sosialisasi bagaimana kampung halal. “Kita enggak menargetkan tahun berapa, tetapi kota sambil jalan sosialisasi dan terapkan, gak mungkin halalkan semua kampung, tetapi ada beberapa yang kita coba,” ulasnya.

Tapi artinya, lanjut Erzaldi, kampung pangan halal mengedepankan pangannya dan bagaimana LPPOM memberikan penjelasan.

“Selama ini misalnya beli daging ayam, apakah sudah yakin dengan cara syariah, misalnya pasta gigi, ada kandungan yang enggak halal, kalau enggak selektif, jangan sampai barang ini tanpa LPOM beredar ke masyarakat. Demikian juga penggunaan kosmetika, jangan dipikir bedak lipstik, agar ini yang akan disosialisasikan, kalau sudah termindset, masyarakat akan sendirinya beralih ke pola yang halal,” bebernya.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI, Nardi Pratomo menambahkan, pihaknya sudah melakukan seleksi terhadap beberapa desa, dan setiap kabupaten dan kota akan dipilih menjadi desa atau kampung pangan halal.

“Ini yang pertama kita gagas dan pusat mereka menyambut baik, kenapa kampung pangan halal, karena ini tahapan menuju kampung halal, produk UMKM semua kita sertifikasi halal baru naik ke kampung halal dan kampung syariah,” katanya.

Dari tujuh kabupaten, dia menambahkan akan dibentuk satu kampung pangan halal terlebih dahulu, baru kemudian ditentukan berdasarkan desa yang siap dan koordinasi dengan pimpinan daerah.

Kepala Perwakilan BI Babel, Tantan Heorika menambahkan, Babel sudah memiliki potensi pariwisata yang cukup tinggi dan ia menilai hal ini akan sangat mendongkrak pariwisata dengan adanya kampung pangan halal.

“Babel sudah punya modal sangat baik, kultur budaya Islam yang mengurat nadi dan toleransi masyarakat menjadi dampak positif dan perlu edukasi tentang wisata halal agar masyarakat berpartisipasi aktif,” tambahnya.

Dia menyebutkan, wisata halal di dunia saat ini memang sedang berkembang, bahkan untuk sektor keuangan syariah ada di London, Thailand dengan branding dapur halal dunia, makanan halal di Jepang dan wisata halal di Korea, sementara Indonesia hanya menjadi pasar produk halal dunia

“Perbankan syariah perlu didorong, kontribusi ekonomi syariah dapat menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat,” pungkasnya.(nov/10)

Related posts