Erzaldi Dengarkan Penjelasan & Keluhan Nelayan Sungailiat

  • Whatsapp
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Perizinan dan Pendistribusian BBM Bersubsidi Bagi Nelayan di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, Kabupaten Bangka, Selasa (16/4/2019) siang.(foto: istimewa).

Hadiri Rakor Perizinan & Pendistribusian BBM Subsidi

SUNGAILIAT, BANGKA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Perizinan dan Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Bagi Nelayan di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Dalam pertemuan pada Selasa (16/4/2019) siang tersebut, Gubernur didampingi Asisten Setda Babel Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanuar, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Dasminto, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat, Bangka, Tri Aris Wibowo, dan Kepala seksi status hukum dan sertifikasi kapal Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam, Hasoloan Siregar dan Wakapolres Sungailiat Bangka, Kompol Jimmy Kurniawan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka.

Dihadapan 100 lebih nelayan di tempat itu, Gubernur berkoordinasi terkait keluhan masyarakat nelayan di Sungailiat yang merasa susah memperoleh BBM untuk melaut, dan dibutuhkan rekomendasi untuk mendapatkan BBM nelayan.

Kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti perizinan kepemilikan pas kapal, maupun SIPI atau surat ijin penangkapan ikan. Untuk mendapatkan beberapa surat tersebut, maka setiap kapal harus dilakukan pengecekan untuk diterbitkan rekomnya.

Selain meminta penjelasan dari PPN, Dinas DKP Babel, KSOP dan PTSP Babel maupun Kabupaten Bangka, Gubernur juga mendengar keluhan – keluhan langsung dari masyarakat nelayan yang hadir.

Setelah mendengarkan penjelasan dan keluhan keluhan tersebut, Gubernur mengatakan, hal ini bukan merupakan masalah yang sulit. Ternyata yang terjadi adalah cuma masalah komunikasi, bagaimana dan kemana harus mengurus semuanya itu.

Hal ini, menurutnya, disebabkan para Nelayan yang disamping malu bertanya juga tidak ada usaha untuk hal itu, dan kepengen cepat selesai. Dengan pertemuan ini, diharapkan Gubernur, terjadi suatu kesepakatan, dan kesepakatan ini betul-betul dijalankan, sehingga permasalahan yang dikeluhkan oleh para nelayan tidak berlarut.

Adapun Kesepakatan yang didapat pada pertemuan ini adalah, akan ditentukan hari untuk Pengurusan PAS Kecil yaitu seminggu dua kali di masing – masing pelabuhan, PTSP akan memberikan pelayanan pembuatan SIPI satu pintu bersama KKP dan KSOP di satu kantor yang akan melayani satu hari minimal 150 surat rekomendasi.

Kesepakatan ini nanti ditandatangani oleh pejabat yang hadir serta perwakilan dari para Nelayan.
Selanjutnya, atas inisiasinya akan diperbantukan 2 staf DKP Babel di KKP PPN Sungailiat guna memudahkan proses pengurusan dokumen kapal, serta Pengambilan BBM akan dibagi di SPBU sesuai dengan besar kecilnya Kapal.

Diakui Gubernur, pada pertemuan ini, Ada suatu hal yang belum dapat diselesaikan, terkait beroperasinya Kapal Gaek yang menurut para nelayan kecil, mengambil hasil yang terlalu banyak.

Dengan banyaknya hasil Kapal Gaek yang dijual di tempat yang sama dengan hasil tangkapan para nelayan kecil yang tidak seberapa ini, akan menjatuhkan harga. Untuk mengatasinya, kedepan harus adanya Industri Perikanan walaupun sederhana.

“Sekalipun Industri perikanan sederhana harus kita ambil peluang ini. Kalau tidak maka nilai jual nelayan kita akan kecil, dan tidak bagus dampaknya untuk perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Gubernur juga menyinggung akan dibangunya storage untuk menstabilkan harga Ikan.

Dialog RRI “Gubernur Menyapa”

Usai bertemu dengan para nelayan di PPN Sungailiat Bangka, Gubernur melanjutkan kunjungan sehari di Kabupaten Bangka menuju Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Sungailiat, Bangka.

Di tempat ini, Gubernur melakukan Dialog RRI “Gubernur Menyapa” yang disiarkan langsung oleh stasiun radio milik pemerintah itu.

Tema yang diambil pada Dialog tersebut adalah “Membangun Ekonomi Kerakyatan Melalui Sektor Pertanian”.

Usai diterima langsung oleh Kepala LPP RRI Sungailiat Bangka, Harianto Adi, Gubernur langsung melakukan Siaran dengan menyampaikan program – program pemerintah di sektor pertanian yang dijalankannya.

Selain menanggapi pertanyaan yang disampaikan oleh Pembawa Acara Lalang Gumilang, Gubernur juga menjawab pertanyaan dari Telepon Interaktif yang masuk dari masyarakat.

Usai Dialog Gubernur menyempatkan diri meninjau studio yang ada di LPP RRI Sungailiat itu. Gubernur berencana ke depan bekerjasama dengan RRI akan membuat studio mini di Kantor Gubernur, dengan harapan apabila dirinya akan menyampaikan sesuatu hal kepada masyarakat, tinggal melakukan siaran di studio tersebut, dan direlaykan dengan In Radio yang dimiliki Pemprov Babel.(rell/3).

Related posts