Erzaldi Curhat Soal Timah di Depan Pasis Sesko TNI

  • Whatsapp
Dansesko TNI, Brigjen TNI Mar Bambang Sutrisno menyerahkan cenderamata kepada Gubernur Babel, Senin (19/8/2019). (foto: Nurul Kurniasih)

PANGKALPINANG- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman mengatakan Babel memiliki sumber daya alam (SDA) spesifik yang saat ini masih terganjal dengan aturan atau regulasi dari pemerintah pusat. Hal ini, katanya membuat SDA ini tak bisa termanfaatkan dengan baik dan benar.

Hal ini disampaikan Erzaldi saat paparan di depan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia (Sesko TNI) yang menjalani Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg XLVI tahun 2019 di ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Senin (19/8/2019).

Dia mencontohkan timah, sumber kekayaan alam yang hanya dimiliki Babel ini, sejak 300 tahun yang lalu hanya dijual dalam bentuk timah batangan, diolah di negeri lain dan kembali lagi ke Babel dalam bentuk produk jadi.

“Tak punya nilai tambah, makanya mutlak harus ada rencana negara kalau mau meningkatkan dari 30 persen menjadi 100 persen, harus pakai target, hilirisasi harus ada, sehingga punya nilai tambah,” ujarnya.

Erzaldi juga menyebutkan timah dapat dikembalikan menjadi komoditi strategis dan juga produk turunan timah yang selama ini belum dimanfaatkan, seperti zircon, thorium, monasit, rutil dan sebagainya.

“Thorium, uranium, monazit, bukan pemerintah tak tau, ketika mau kembangkan aturan belum dibuat, Batan sudah teliti tapi karena keterbatasan ya akhirnya belum,” tandasnya.

Untuk thorium, lanjutnya, Pemprov sudah kerjasama dengan Indonesia power, mudah-mudahan pada akhir tahun ini rumah dinas gubernur sudah menggunakan listrik dari thorium.

“Regulasi kami sudah membuat, kami sudah melarang ekspor ke luar mineral ikutan, Slsekarang zircon kita tingkatkan 65 persen, artinya sedikit sisanya 35 persen itu tidak ada lagi monasit, rutil, dan lainnya,” beber Erzaldi.

Mantan Bupati Bangka Tengah ini menyebutkan, untuk perdagangan antar-pulau, ia tak bisa berbuat banyak karena kewenangan pusat.

“Perdagangan antarpulau, saya enggak bisa nahan, itu boleh selama masih di wilayah Indonesia, tapi mana tau kita ketika dibawa ke Kalimantan, ternyata diselundupkan, makanya regulasi harus diperketat, dan kami mendorong buat kepres mengenai ini, melalui tulisan/makalah bapak-bapak, mungkin lebih dibaca pak Presiden,” tuturnya.

Erzaldi berharap kepada Pasis Sesko TNI dapat membawa dan memberikan solusi terhadap potensi dan masalah yang ada di Provinsi Babel. Kedatangan Pasis Sesko lanjutnya merupakan kesempatan bagi Babel untuk memaparkan potensi daerah baik peluang, ancaman dan kesempatan yang ada di daerah.

“Dari makalah yang mereka tulis, disitulah kita mendapatkan kesempatan untuk memberikan masukan tentang pengembangan daerah, tak menutup kemungkinan selama ini pusat belum dikaji secara komprehensif kehadiran ini suatu berkah bagi kita,” kata Erzaldi.

Dari sisi pertahanan dan keamanan, kata Erzaldi, Babel berada pada posisi yang strategis, memiliki ratusan pulau dan hanya puluhan yang berpenghuni, sehingga ini juga menjadi ancaman keamanan apabila banyak yang bersembunyi di pulau yang tak ada penghuninya.

Dansesko TNI, Brigjen TNI Mar Bambang Sutrisno mengatakan, KKDN adalah bagian dari kurikulum Pendidikan Reguler Sesko TNI yang telah menempuh pendidikan 5 bulan dari 7,5 bulan. Selain ke Babel, peserta juga melaksanakan KKDN ini juga dilaksanakan di Provinsi Jambi, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan.

“41 orang Dari 152 Jumlah Siswa Pasis Dinreg XLVI Sesko TNI 2019 yang terdiri dari TNI/Polri dan Perwira dari Negara Sahabat ikut dalan KKDN di Babel, diajak untuk meneliti dan menyusun sebuah konsep sumbangan pemikiran pengembangan sumberdaya pertahanan negara di suatu daerah,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, selain pemaparan dari gubernur, juga dilakukan diskusi untuk menggali berbagi hal serta permasalahan lain yang ada di Babel.(nov/10)

Related posts