Erzaldi Berniat Kirim Anak Muda ke Luar Negeri

  • Whatsapp

PANGKALPINANG- Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) berencana mengirimkan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah itu untuk menempuh pendidikan ke luar negeri.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman melirik kerjasama dengan Nano Center dan Schoters, untuk memfasilitasi dan membimbing calon mahasiswa yang akan mengikuti program ini.

Pemprov Babel, lanjutnya dengan Internasional Council For Small Bussines (ICSB) Babel Academy, yakni program yang mana ingin meningkatkan kemampuan anak muda dalam kreativitas dan mengeksplore aktivitas dibawah UMKM.

“Tapi pembelajaran ini berupa pelatihan, studi dan pengalaman untuk mengcreate suatu karya, eksperimen produk untuk dicoba dan merupakan cikal bakal mendirikan usaha,” kata Erzaldi, Selasa (21/5/2019).

Kerjasama ini, lanjutnya, tak terlepas dari beberapa OPD, yakni UMKM, Dispora, Dinas Pendidikan, BKPSDM dan Diskominfo. Dalam hal ini Babel kerjasama dengan Schoters, platform digital yang membantu untuk mencari peluang beasiswa nasional, scholarship Hunter (Schoters) atau pemburu beasiswa.

“Ini akan mambantu kita mencari beasiswa di luar negeri, dibimbing sampe dapat, misalnya dari S1 ke S1, SMA ke S1, tingkat keberhasilan cukup bagus, mereka yang membantu,” ulas Erzaldi.

Harapannya dengan kerjasama ini, tingkat perolehan beasiswa menjadi lebih banyak, dan biaya juga murah, sekitar Rp 25 juta satu orang, dan untuk biaya pendidikan mahasiswa mendapatkan beasiswa.

“Kita kan sudah ada program membantu SDM di universitas, maka ini akan kita tawarkan ke UBB, STKIP Muhammadiyah, IAIN, dan lainnya, harapannya dosennya berkualitas SDM yang dikeluarkan juga meningkat,” harapannya.

Ia juga menginginkan BKPSDM untuk mengakomodir honorer atau PNS yang akan pensiun untuk dibina dan ditingkatkan kemampuan dalam pengembangan ini.

CEO Schoters, Dzarnuji Azis menegaskan, ia melihat potensi UMKM di Babel sangat banyak mencapai 200.000 jenis dan menjadi potensi pendapatan, tak hanya itu ia juga melihat ada kendala, dimana salah satunya, kurangnya pendidikan dan wawasan dalam pengembangan bisnis.

“Disitulah kami melihat bahwa pendidikan di luar negeri memberikan jaminan wawasan lebih luas dan ketika kembali ke Indonesia bisa aplikasikan ke pengembangan produk di tanah air,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ada tiga pilihan ke luar negeri, yakni program internship, kuliah hingga S3 dengan beasiswa, kemudian ada kursus singkat ke luar negeri.”Ketika kembali ke Babel bisa ngembangin Babel,” imbuhnya.

Ia juga menambahkan, Schoters membuka aplikasi online class, bagi yang berminat nantinya akan dipandu. “Target kami di Babel ada ribuan pendaftar, nanti kita seleksi dan dapat 200 terbaik, akan bimbing dapat beasiswa, paling enggak 100 orang bisa ke luar negeri,” ulasnya.

Biaya yang diperlukan, lanjutnya, tidak terlalu besar dibandingkan sekolah sendiri ke luar negeri yang membutuhkan ratusan juta. “Ada 11 program dengan biaya Rp1,8 miliar, tetapi kalau dibagi 100 orang enggak sampai Rp 10 jutaan per orang,” tuturnya.

Untuk skema investasi, lanjut dia, bisa diback-up oleh pemerintah daerah, CSR perusahaan, tokoh masyarakat dan pengusaha.(nov/10)

Related posts