EO MXGP Minta Maaf

  • Whatsapp

Akui Kurang Koordinasi
Komisi II Panggil Disbudpar

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi, didampingi sejumlah pejabat meninjau sirkuit MXGP di areal GOR Sahabuddin, Rabu (1/3/2017).
Rustam beharap, sirkuit ini dapat diselesaikan sebelum event internasional ini berlangsung.
“Kita lakukan tinjauan untuk melihat kesiapan panitia dilapangan, sejauh mana pengerjaan finishing yang akan dilakukan oleh tim EO dan panitia yang terlibat,” katanya saat meninjau lokasi MXGP.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberi apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Event Organizer (EO) Lightning Production sebagai penyelenggara kegiatan yang sudah memberi kesempatan bagi Babel menjadi tuan rumah event internasional MXGP.
“Kita berterimakasih kepada EO penyelenggaraan yang memberi kepercayaan untuk Babel sebagai tuan rumah ajang internasional ini. Meski di H-2 arena belum maksimal, namun kita optimis pengerjaan finishing segera diselesaikan sebelum hari H,” harapnya.
Dengan adanya event MXGP di Babel, Rustam optimis event ini dapat memberi pengaruh positif bagi Babel dalam meningkatkan promosi pariwisata daerah. Sebelum event berlangsung, tandasnya, wisatawan akan digiring untuk mengikuti city tour di sejumlah titik destinasi wisata.
“Event ini memberi pengaruh besar bagi Babel disaat Babel sedang giatnya mempromosikan pariwisata. Semua pelaku wisata dan UKM kita libatkan agar dapat mempromosikan wisata dan produk khas daerah seperti kuliner dan cinderamata,” ujarnya.
Rustam juga mengimbau masyarakat untuk dapat menyukseskan event internasional ini dengan menonton langsung di arena dan mempromosikan ke sanak saudara bahwa Babel menggelar event internasional MXGP uang dapat disaksikan langsung di arena maupun media elektronik/TV.
“Semua pihak kita libatkan, begitu juga dukungan masyarakat kita harapkan agar Babel menjadi tuan rumah yang baik. Jaga keamanan agar situasi selalu kondusif, sukseskan event ini dengan menonton langsung di arena maupun siaran langsung di televisi,” ujarnya.
Sementara itu, Tim penyelenggara event internasional MXGP 2017, Lightning Production Judiarto, mengakui persiapan event internasional ini belum maksimal karena kurangnya koordinasi antara tim penyelenggara dan pemerintah daerah serta aparat keamanan yang ada di daerah itu.
“Kita minta maaf untuk miss komunikasi dan kurangnya koordinasi kita dengan beberapa pihak terkait atas pelaksanaan event internasional MXGP ini,” ujarnya.
Iaa menambahkan, sudah mengantongi izin keamanan dari Polsek, Polda hingga Mabes Polri sudah dilakukan, hanya koordinasi pengamanan yang belum maksimal.
“Kita minta maaf atas segala kekurangan dalam penyelenggaraan event ini. Meski demikian kita harap semua pihak terkait ikut membantu kami menyukseskan event ini dan menjadikan event ini sebagai event olahraga kebanggaan masyarakat,” sebutnya.
Untuk persiapan di lapangan arena MXGP, menurut Judiarto arena MXGP sudah selesai, hanya finishing yang belum bisa diselesaikan. Namun pihaknya optimis di H-1 semua pengerjaan selesai.
Namun sayangnya, rider belum bisa mencoba sirkuit ini pada Jumat seperti yang diiiginkan rider Suzuki, lantaran arena belum dapat digunakan pada Jumat,lusa.
“Arena track dan sirkuit 100 persen sudah selesai, hanya pemasangan lighting yang belum dan tinggal finishing saja. Sabtu pagi semua raider sudah bisa melakukan test drive,” tandasnya.
Ia menambahkan, saat ini jumlah tiket masuk yang terjual sudah 8.000 lembar dan pihaknya menargetkan 20.000 tiket dapat terjual sebelum hari pertandingan.
Support MXGP
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung A Rivai, Rabu (1/3/2017), dipanggil Komisi II. Pemanggilan tersebut, guna mempertanyakan kesiapan gelaran internasional MXGP. Menurut Rivai, pihaknya sudah berupaya mendukung penuh gelaran event besar itu, selaku tuan rumah dengan mengupayakan Menteri Pemuda dan Olahraga, serta Menteri Pariwisata duduk bersama di Kantor Kementrian Pariwisata, beberapa waktu lalu dalam gelaran jumpa pers. Menurutnya, setelah melakukan konferensi pers dari berbagai pihak itu, gelaran ini dapat terblow-up tidak hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia. Sehingga efeknya pemasukan ke daerah terasa, juga jangka panjang pariwisata Bangka Belitung yang sedang giat dikembangkan.
“Pemprov hanya mendukung, kita sudah mengupayakan gelaran ini untuk di blow up ke media. Di Jakarta kemarin, kita juga mengundang 30 media nasional dan internasional baik cetak, elektronik maupun online untuk memblow up gelaran internasional ini,”ungkap Rivai di gedung DPRD Babel, kemarin.
Rivai menilai, pihak terkait juga harus ikut serta dalam menyemarakkan event kelas dunia itu. Seperti pihak hotel yang harus sibuk menata dengan kekhasan Bangka Belitung. Agar Babel dapat kembali menjadi tujuan wisata para Rider maupun Official untuk kedepannya. “Seharusnya di tiap hotel mulai menunjukkan, ada khas Bangka Belitungnya. Apakah makanannya atau budayanya dan lain sebagainya,” imbuh Rivai.
Mirisnya, mantan Kadisdik Babel ini mengaku belum mendapat jadwal pasti pelaksanaannya. Dan tidak mendapat tempat khusus dalam gelaran itu. Meski demikian, Disbudpar akan berupaya mendukung penuh MXGP apalagi Babel sebagai tuan rumah. “Kita juga akan membantu dengan menurunkan 40 orang Translator (penerjemah-red). Kemudian kalau bisa ada Money Changer, untuk memudahkan turis menukarkan uangnya di Babel ini. Sifatnya, kita hanya membantu dan tidak terikat,” pungkasnya.
Sementara, Ketua Komisi II, Antonius Uston mengaku tidak tahu banyak terkait gelaran MXGP. Padahal ini menjadi salah satu jalan untuk promosi pariwisata Bangka Belitung ke seluruh dunia. Harusnya setiap komponen ikut andil, baik dari pariwisata, olahraga serta UMKM. “Event ini lebih pada kepentingan olahraga padahal multi efek, muatan tidak cukup hanya olahraga ada kepariwisataan ada UMKM, harusnya mereka berperan aktif menyukseskannya,” urainya.
Komisi II mengaku tidak dilibatkan dalam gelaran event yang sebelumnya digelar di Qatar itu. “Kita mitra dinas pariwisata, tapi tupoksi keolahragaan di komisi IV, jadi kami kurang dilibatkan. Jadi kita tidak begitu mengikuti perkembangan MXGP,” tukasnya. (nov/ron/6)

Related posts