Endang Maling HP Karena Ingin Pulang Kampung

  • Whatsapp
Endang (48) warga asal Lampung yang diduga mencuri HP di daerah Satam Square atau Bundaran Satam pada Rabu (26/2/2020) saat digelandang petugas.(foto: dodi)

TANJUNGPANDAN – Jajaran Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan berhasil menangkap Endang (48) warga asal Lampung pada Rabu (26/2/2020) sekitar pukul 07.00 WIB.

Pria asal Lampung ini ditangkap lantaran karena melakukan pencurian handphone (HP) milik korban di daerah Satam Square atau Bundaran Satam pada Rabu (26/2/2020) sekira pukul 02.59 WIB dini hari.

Read More

Kanit Reskrim Polsek Tanjungpandan, IPDA Hasan Basri mengatakan, kejadian tersebut bermula ketika korban yang dibawa pengaruh minuman berakohol sedang tertidur di Bundaran Satam, dini hari tersebut.

Melihat kesempatan itu, pelaku yang memang saat itu tengah berada dilokasi, langsung menggasak handphone korban.

“Saat itu, korban sedang mabuk tepatnya di Bundaran Satam, korban sedang tertidur pada saat tertidur ada si pelaku yang mengambil handphone korban. Korban sedang tertidur dan tidak sadarkan diri dan terlelap karena sedang mabuk,” kata Ipda Hasan Basri kepada Rakyat Pos.

Untuk penangkapan, saat mendapatkan informasi keberadaan pelaku, Unit Reskrim Polsek Tanjungpandan langsung mendatangi Pelabuhan Pasar Ikan, karena memang pelaku yang memang asal Lampung itu saat di Belitung tinggal di sebuah perahu di kawasan tersebut.

“Pelaku ini diamankan juga saat sedang ingin menjual handpone tersebut kepada seorang yang tidak ia kenal. Tapi orang yang tidak dikenal ini mengenal si korban pemilik Handphone. Ternyata masih sepupunya korban yang kehilangan HP itu. Jadi awalnya, orang itu yang mengamankannya waktu itu,” ujarnya.

Awalnya, pelaku tidak mengaku sudah mengambil handphone tersebut. Bahkan pelaku sempat menyuruh anggota kepolisian untuk menembaknya jika memang ia yang mengambil handphone tersebut.

“Pertama dia tidak mengaku bawasanya telah mengambil handpone tersebut. Kata dia tembak saja dia, di dada di paha bahkan menyuruh anggota untuk memotong tangannya. Kemudian kita lihat kronologisnya ada bukti juga berupa CCTV dan dalam CCTV itu dia lah pelakunya,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati, karena beberapa pelaku kejahatan juga bukan karena ada niatan, namun karena ada kesempatan.

“Melihat dari kejadian ini, motifnya karena dia melihat ada orang yang sedang tertidur dan kayaknya bisa untuk diambil handphonenya, karena memang ada kesempatan, jadi langsung dia mengambil handphone tersebut. Kepada masyarakat harus berhati-hati,” imbaunya.

Sementara itu, menurut keterangan pelaku Endang (48), ia maling handphone Samsung J7 core warna gold tersebut, karena ia ingin pulang ke kampung halamannya. Dirinya bekerja sebagai nelayan baru 4 bulan di Belitung ini, sudah satu bulan tidak pergi melaut karena disebabkan cuaca.

“Butuh 1 juta rupiah buat ongkos pulang, sudah lama tidak pulang. Dan satu bulan ini tidak jalan kapalnya. Hari-hari nyambang ikan di pelabuhan buat makan,” tutur Endang.

Ia berkeinginan menjual handphone hasil curiannya itu seharga 600 ribu rupiah buat tambahannya ongkos pulang.

Kemudian bapak satu anak ini juga mengaku pernah masuk penjara di Lampung dahulu. “Sudah ke 2 kali masuk penjara. Pertama kasus mencuri 2 tahun (kurungan) dan kasus cabul 1 tahun dipenjaranya di Lampung,” akunya.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 364 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman di atas 7 tahun kurungan. (dodi/3)

Related posts