Enam Bulan Jasa Tenaga Kesehatan di Puskesmas Simpang Rimba Belum Dibayar

  • Whatsapp
Sekretaris Komisi I DRPD Basel, Yogi Maulana

TOBOALI – Komisi I DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menemukan tiga persoalan yang cukup serius saat melakukan peninjauan ke Puskesmas Simpang Rimba, Sabtu (16/11/2019) lalu. Salah satunya adalah jasa tenaga kerja kesehatan sukarela yang belum dibayar hingga 6 bulan.

Selain itu, Komisi I menyebutkan kondisi sarana dan prasarana rawat inap yang memprihatinkan serta air yang macet. Demikian dikatakan Sekretaris Komisi I DRPD Basel, Yogi Maulana, Selasa (19/11/2019).

Untuk itu, dia meminta kepada Pemkab Basel khususnya  Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut.

Yogi menambahkan menyebutkan pihaknya juga menolak keras rencana DKPPKB Basel yang hendak menutup pelayanan rawat inap Puskesmas Simpang Rimba dan dialihkan ke RSUP Kriopanting.

“Untuk menindaklanjuti permasalahan ini DPRD Basel, khususnya Komisi I telah memanggil DKPPKB untuk meminta menyelesaikan permasalahan ini,” kata Yogi.

Sementara itu, Kepala DPPKB Basel, Supriyadi dikonfirmasi usai memenuhi panggilan Komisi I DPRD Basel menyebutkan pihaknya segera menyelesaikan persoalan tersebut. Persoalan air, sebelumnya pihaknya telah melakukan 2 pengeboran namun belum ditemukan.

Selain itu dengan menarik pipa dari Bukit Nenek namun jarak yang cukup jauh membuat air menjadi kecil dan sedikit. “Kita upaya membeli air, tetapi kan tidak bisa dengan membeli terus, untuk renana menutup rawat inap itu kita stop dan kami akan penuhi dengan sumber tenaga lain” jawabnya.

Disinggung  tentang 6 bulan jasa tenaga kesehatan sukarela di Puskesmas Simpang Rimba yang belum dibayar? “Memang benar ada beberapa jasa tenaga sukarela yang belum dibayar, tetapi sudah dianggarkan di APBD tahun 2020 dan segera dibayar,” pungkasnya. (raw)

Related posts