Emosi, Warga Usir Dukun Santet

  • Whatsapp
Anggota kepolisian sempat bersitegang dengan warga yang ingin menghakimi Wagino, pendatang Jawa Tengah yang diduga dukun santet dan cabul, Minggu malam (3/9/2017). (Foto: Zuesty Novianti)

Pelaku Juga Cabuli Pasien Wanita
Nyaris Diamuk Massa
Wagino Ngaku Sakti dari Keris Leluhur

PUDINGBESAR – Puluhan warga Desa Kayu Besi Kecamatan Puding Kabupaten Bangka, yang kesal dan emosi menyerbu rumah Wagino (52) warga pendatang asal Jawa Tengah, yang menetap di RT V Komplek Trans desa setempat karena diduga sebagai dukun santet dan dukun cabul, Minggu malam (3/9/2017).
Beruntung aksi marah warga cepat diredam aparat Polsek Puding Besar yang segera mengamankan Wagino beserta keluarganya dari bulan-bulanan massa. Kendati begitu, Wagino tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan sejak Senin (4/9/2017) pelaku mulai mendekam di balik sel jeruji Polres Bangka.
Massa juga mengusir Wagino dan keluarga dari kampung Kayu Besi lantaran membuat aib desa lantaran perbuatan mesumnya terhadap sejumlah pasien wanita sudah santer di telinga masyarakat.
Informasi yang dihimpun menyebutkan isu tersebut menyerbak ketika saat melakukan proses pengobatan salah satu warga berinisial TO, yang diduga mengalami kerasukan. Pada saat kerasukan To menyampaikan bahwa Wagino telah melakukan perbuatan santet terhadap dirinya.
Suami korban, Uy mengetahui hal tersebut langsung mendatangi Kades Kayu Besi untuk berembuk dan diikuti warga mendatangi kediaman Wagino.
Saat didatangi puluhan warga, awalnya Wagino tidak mau keluar rumah. Namun setelah digedor dan dibujuk Kades, Wagino akhirnya membukakan pintu juga dan langsung diamankan anggota Polsek Puding Besar beserta istri dan 3 orang anakya menggunakan mobil Patroli ke Polsek Puding Besar.
Kabag Ops Polres Bangka, Kompol. S. Sophian, SH, SIK mengatakan setelah diamankan ada seorang pelapor berinisial Za (28) warga Jade Bahrin Kecamatan Merawang yang mengaku telah menjadi kroban pencabulan Wagino berdasarkan Laporan Polisi no. Pol / B- 982 / IX / 2017 / Babel / Res Bangka. Tanggal 04 September 2017, tentang dugaan TP. Pencabulan dengan modus Dukun Pengobatan (cabul).
Selain dikenal bisa mengobati pasien yang terkena gangguan jin, Wagino juga berprofesi menjadi tukang mie ayam keliling. Praktek perdukunan yang dilakoninya pun sudah terdengar luas kemana-mana, sehingga tak heran banyak pasien yang merasa diganggu makhluk halus datang berobat kepada Wagino.
Dugaan masyarakat bukan sekedar isapan jempol. Wagino sendiri mengakui perbuatan mesumnya terhadap beberapa pasien wanita.
Kronologis yang dialami Za berlangsung pada Selasa (29/8/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban dan suaminya datang ke rumah Pelaku di desa kayu besi untuk berobat spritual, karena korban telah beberapa kali melakukan pengobatan tersebut. Setelah sampai di rumah pelaku korban langsung diajak pelaku ke tempat kamar praktek pengobatan. sedangkan suami korban menunggu di ruang tv. Saat menjalani proses pengobatan pelaku berkata kepada korban.
“Kalau penyakitmu mau sembuh total, maka godam saya harus masuk ke dalam tubuh kamu, jika tidak mau penyakitmu tidak akan sembuh dan akan menyerang balik kepada keluarga”.
Korban pun mengikuti apa yg dikatakan pelaku tersebut, kemudian pelaku menyuruh korban menggunakan mukena tanpa pakaian dalam, dan kemudian pelaku mencium bibir korban, kemudian menghisap payudara korban. Lalu pelaku memasukan alat kelamin ke vagina korban. Pelaku berkata kepada korban untuk tidak mengatakan kepada siapapun. Apabila sampai tau maka kehidupan korban tidak selamat”. Namun atas ancaman tersebut korban tetap mengatakan kepada suaminya.
Lain lagi versi keterangan Wagino kepada wartawan, bapak 4 anak mengakui hanya berbuat asusila kepada 2 wanita berbeda. Pertama perbuatan itu ia lakukan terhadap istri anak buahnya sendiri yang tak lain tetangga. Tindakan itu, katanya, sudah terjadi beberapa tahun silam dekat sebuah pondok kebun.
“Oh itu tetangga saya sendiri. Sudah lama itu, saya sudah lupa kapan. Itu tidak sampe dimasukin cuma main luar saja. Waktu bertemunya di sebuah pondok kebun,” ujarnya.
Korban kedua, lanjutnya, seorang pasien ibu rumah tangga berusia 26 tahun dan memiliki 2 anak berasal dari desa Limbung. Wagino mengaku sudah lupa nama korban.
“Dia dianjurin kakak iparnya disuruh berobat dengan saya sekitar 6 bulan lalu. Katanya dia diganggu siluman buaya. Tiap kali berobat dia diantar suaminya ke rumah. Cuma suaminya di ruang tengah. Saya melakukan ritualnya di kamar,” kenang Wagino.
Dalam melancarkan aksi bejatnya, syarat ritual Wagino meminta pasien menanggalkan seluruh pakaian lalu menggantikan dengan mukenah.
Saat itulah ia menggerayangi tubuh ibu muda tersebut. Ketika melakukan perbuatan itu, sang korban sebutnya tidak melakukan perlawanan tetapi menikmatinya. Hal ini pun dilakukan hingga berkali – kali baik di rumahnya maupun di rumah sang korban di Desa Limbung dengan pura-pura melakukan ritual pengobatan.
“Dia tidak melawan. Malah diam saja. Saya awalnya cuma meraba – raba dan main pakai jari saja dan pernah saya jilat sampai dia klimak. Dia ngaku tidak bernafsu lagi dengan suaminya. Tapi entah mengapa dengan saya jadi bernafsu,”akunya.
Pelaku saat berbuat demikian tidak ada kecurigaan dari suami korban.
“Dia sering bel saya. Katanya kangen lah. Pas suaminya gak ada di rumah. Anaknya masih kecil – kecil gak tau apa – apa. Kalau berhubungan di rumahnya itu kami lakukan di kamar. Tidak ada paksaan. Dia mau, saya mau,” ceritanya santai.
Dikatakannya lagi, ia menganggap pasien seperti keluarga sendiri. Bahkan, kadang Wagino memberikan uang kepada sang pasien untuk jajannya anak – anak.
“Sudah seperti keluarga sendiri. Kadang kalau mereka perlu uang saya kasih Rp.1 juta. Tapi gak bisa lebih dari itu. Suaminya pedagang juga. Kadang kalau ketemu saya yang kasih uang Rp.100 – Rp.150ribu. Kalau saya gak pernah mau terima uang dari pasien. Gak mau saya,” ujarnya.
Selama menjadi dukun, terhitung hampir sebanyak 20 orang lebih pasien berobat kepadanya. Tetapi, tidak semua pasien bisa disembuhkan karena kata Wagino pengobatannya bersifat jodoh-jodohan.
Wagino sendiri mengaku mendapatkan kesaktian dari keris peninggalan leluhurnya.
Disamping itu, tak semua pasiennya ia cabuli. “Kalau pertama kalinya sama orang Limbung itu sekitar 6 bulan lalu. Terakhir berhubungan 2 minggu lalu. Tapi bukan dia yang melapor. Katanya warga yang ngamuk. Kalau dianya diam-diam saja. Seperti tidak terjadi apa – apa,” bebernya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP. Andi Purwanto, SH, SIK kepada wartawan Senin siang (4/9/2017) kemarin membenarkan penangkapan diduga laki – laki yang disebut sebagai Dukun Cabul. Dikatakannya setelah mendapatkan informasi warga Desa Kayu Besi hendak mengusir Wagino, polisi langsung melakukan tindakan pengamanan.
“Tersangka Wagino ditangkap di Polsek Puding. Ada warga nyampaian ke Babhin. Ada warga Desa Kayu Besi yang akan diusir oleh warga karena di duga melalukan perdukunan dan tindakan cabul kepada pasien/korban yang tak lain masyarakat. Info tersebut akhirnya Polsek bersama massa mendatangkan rumah pelaku. Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Dan tersangka sudah kita amankan,” jelas Kasat di ruangannya Senin siang kemarin.
Andi menghimbau kepada warga yang sempat menjadi korban Wagino untuk tidak segan – segan melaporkan kepada pihak kepolisian agar tersangka dapat dijerat sesuai prosedur hukumnya. (2nd/6)

Related posts