Ekspektasi & Eksistensi Pemuda Masa Kini

  • Whatsapp

Oleh: AHMAD YUDIAR

Read More

Aktivis Pemuda DPD BKPRMI Kabupaten Bangka/Guru Bimbel SMAN 1 Puding Besar

 Adakah pihak yang menyangkal bahwa kualitas generasi muda merupakan cerminan masa depan sekaligus tolok ukur kemajuan peradaban bangsa? Bangsa yang gagal membina dan menempa generasi muda, akan menjadi bangsa pecundang di kemudian hari. Sebaliknya, apabila suatu bangsa berhasil mendidik dan menempa generasi muda, pasti akan menjadi bangsa yang besar. Hal inilah yang menjadi cita-cita dan impian terbesar oleh para pemuda the founding fathers bangsa Indonesia dahulu. Mengapa para pemuda dianggap sebagai motor penggerak utama kemajuan bangsa? Seberapa penting peran dan kedudukan serta keberadaan kaum muda bagi kemajuan bangsa saat ini?

Pemuda merupakan aktor utama dalam pembangunan. Peran dan fungsi strategis pemuda dalam proses akselerasi pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi tolok ukur terwujudnya visi dan misi pembangunan. Keikutsertaan pemuda sangat diharapkan dalam upaya memecahkan berbagai tantangan dan kondisi masyarakat. Maraknya problematika yang terjadi dapat ditopang dan dibendung dengan adanya kehadiran pemuda sebagai pembaharu (agen of change), pelopor, dan problem solver.

Seiring dengan terus bergulirnya program pembangunan nasional yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, pemuda diharapkan mampu berperan penting dalam menyukseskan pembangunan tersebut. Keikutsertaan pemuda dalam pembangunan nasional merupakan wujud nyata sumbangsih dari generasi penerus yang semangat nasionalismenya belum tergerus.

Dengan kapasitasnya sebagai manusia yang dinamis, pemuda merupakan sosok harapan masyarakat dalam rangka menggerakkan potensi-potensi yang ada dalam masyarakat, seperti potensi ekonomi, politik, penguatan budaya, pertahanan dan keamanan. Dengan potensi tersebut, maka diharapkan roda kehidupan masyarakat terus bergairah dalam rangka memberdayakan dirinya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dengan usianya yang masih muda, pemuda dikatakan sebagai masa produktif untuk berkarya dan bereksperimen dalam berbagai kegiatan, sehingga potensi dan bakat-bakatnya teraktualisasikan sebagai kegiatan-kegiatan positif. Perlu dicermati bahwa usia produktif pemuda juga harus diimbangi dengan keunggulan &  kemampuan, karena di abad ke-21, jika tidak mengedepankan keunggulan, maka akan tergilas. Kehidupan masyarakat yang terbuka akan menghadirkan berbagai kompetisi. Keunggulan pemuda diharapkan menjadi pelopor pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka menuju kesejahteraan, baik secara lahir maupun batin. Seyogyanya pemuda memegang obor pembaharuan di garda terdepan. Dalam kepeloporan ini, pemuda harus menjadi seorang pemimpin di tengah masyarakat.

Pada era perkembangan teknologi yang semakin canggih serta mobile, pemanfaatan mesin dan segala hal berbasis komputerisasi semakin mengancam dan merasuki seluruh sendi kehidupan manusia. Modernisasi & globalisasi menjanjikan banyak hal bagi kemajuan kultur manusia sekaligus juga tantangan yang besar. Akan tetapi, kita tidak boleh pesimis dan pasrah dengan keadaan seperti itu. Jadikan perubahan sebagai tantangan dan peluang, bukan hanya sekedar ancaman dan keresahan.

Penjajah dalam wujud yang canggih, tidak hanya dilakukan bangsa lain, tetapi juga oleh bangsa sendiri. Kedaulatan negara yang didamba, tergadaikan nyaris tanpa sisa. Bahkan cita-cita kemandirian, baik secara ekonomi, politik, sosial, dan budaya, seolah tinggal hanya teori belaka. Kemiskinan dan ketertinggalan yang terus membelenggu, rasa kebangsaan dan nasionalisme yang terus memudar, semua sudah menjadi bayang-bayang yang menggelisahkan.

Pembangunan sumber daya manusia pun menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia bila mencermati data yang dikeluarkan Bank Dunia, di mana pada tahun 2018 Bank Dunia menyebutkan bahwa kualitas SDM Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara. Sementara itu, di tahun yang sama, Business World memaparkan bahwa peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Peringkat ini masih kalah dari dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada diperingkat 13 dan 22.

Kondisi yang menggelisahkan tersebut, kini diperparah dengan ironi-ironi kaum muda yang juga memprihatinkan. Bukankah keberadaan kaum muda saat ini, menjadi cermin masa depan bangsa di depan nanti? Walau demikian, pemuda tidak boleh lengah dan hilang arah akibat perubahan teknologi yang begitu pesat. Pemuda harus mengaktifkan imajinasi dan kreatifitasnya untuk bermanuver melakukan terobosan-terobosan baru dalam melakukan adaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada.

Pemuda adalah generasi penerus bangsa, karena itu, memberdayakan pemuda adalah investasi yang tidak akan pernah rugi. Berbicara tentang pemuda adalah berbicara tentang masa depan, karena pemuda dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dan menjawab tantangan masa depan dengan harapan mampu menghadirkan masa depan dengan lebih baik. Pemuda dengan segala predikat, kemampuan, keunggulan, dan kelemahannya merupakan aset bangsa. Terdapat harapan yang tinggi dari masyarakat terhadap pemuda agar para pemuda mampu mengemban amanah sebagai generasi penerus dan tulang punggung bangsa yang bermuara pada tuntutan agar mampu memberikan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.

Generasi muda harus mampu berdiri tegak dengan penuh kesadaran bahwa mereka adalah tunas dan tulang punggung bangsa, tonggak utama pembangunan, dan senantiasa menempa diri dengan segudang potensi yang dimilikinya. Kapasitas, kapabilitas dan kompetensi sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan  pembangunan sebagai bentuk jawaban atas tantangan arus perubahan zaman yang semakin deras.

Oleh karena itu, untuk menuju suatu proses perubahan, pemuda harus memiliki inisiatif yang besar untuk mengambil peran-peran strategis dalam rangka pelaksanaan pembangunan. Sebagai generasi muda Indonesia yang berada di era digital, kita harus dapat memberikan kontribusi dan berperan penting bagi kemajuan bangsa. Kaum muda adalah generasi yang memiliki andil besar untuk Indonesia yang lebih maju di masa depan. Menempa dan mengasah diri dengan ilmu-ilmu yang berkembang masa kini, merupakan sebuah keharusan agar dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin untuk Indonesia yang lebih baik di masa mendatang. (***)

Related posts