Ekonomi di Tengah Virus Corona

  • Whatsapp

Apa yang mesti dikerjakan? Ada dua prioritas utama bagi pemerintah daerah saat ini. Pertama melaksanakan protokol pencegahan dan penanganan COVID-19 secara ketat. Kedua memberikan stimulus ekonomi daerah guna menjaga perekonomian tetap berjalan normal atau setidaknya mengurangi potensi perlambatan ekonomi yang terlalu drastis.

Pencegahan dan Penanganan COVID-19

Read More

Dalam kondisi seperti sekarang, harusnya tidak ada lagi kata kompromi mengenai anggaran. Sebelum masuk ke kondisi yang lebih buruk, maksimalisasi utilitas yang ada harus jadi prioritas utama. Kebijakan pemerintah pusat terkait anggaran pencegahan dan penanganan COVID-19 dengan menyiapkan anggaran sebesar 62 T merupakan langkah yang tepat. Anggaran tersebut harus dimanfaatkan dengan cara yang baik.  Tidak ada korupsi dalam pengelolaan dan alokasinya merupakan sebuah keharusan. Langkah untuk menerapkan hukuman mati bagi oknum yang menyalahgunakan anggaran wabah ini adalah juga merupakan sanksi yang tepat. Saat-saat seperti ini bukan lagi waktunya untuk berkomrpromi kepada koruptor. Langkah ini juga bisa ditiru oleh pemerintah daerah dengan mengalokasikan anggaran khusus Corona dalam jumlah yang dibutuhkan pada kondisi terburuk. Jangan sudah gelap baru kelabakan, tentunya ini bukan opsi.

Stimulus Ekonomi

Pemberian insentif pendapatan untuk setiap keluarga seperti yang dilakukan oleh negara-negara maju seperti Amerika di masa darurat tampaknya belum bisa dilakukan oleh Indonesia. Kapasitas fiskal kita masih sangat terbatas. Namun, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) masih mungkin dilakukan. Entah BLT untuk keluarga yang rentan saja, atau kepada setiap keluarga yang masuk dalam kategori kurang sustain, bergantung kepada kapasitas fiskal yang ada. Namun, yang jelas BLT akan lebih efektif dibandingkan dengan pemberian bantuan dalam jenis yang lain.

Selain BLT, pemerintah juga bisa memberikan insentif kepada dunia usaha khususnya perbankan untuk merelaksasi kredit berjalan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi dampak bertambahnya kredit macet seiring meluasnya penyebaran Corona. Selanjutnya adalah mengalihkan anggaran-anggaran yang kurang relevan dan kurang perlu di instansi pemerintah seperti perjalanan dinas pejabat dan belanja-belanja barang dan jasa yang tidak penting ke sektor prioritas seperti kesehatan. Saat ini masih banyak fasilitas kesehatan yang harus dibenahi dan ditambah guna mengantisipasi merebaknya virus Corona. Kita memang tidak bisa seperti China yang membangun gedung rumah sakit dan pabrik hanya dalam hitungan hari, tetapi kita bisa melakukan pencegahan dini dan antisipasi awal sebelum kejadian tersebut terjadi.

Related posts