Edukasi Pasar Modal, Bursa Efek Gandeng Produk Lada Babel

  • Whatsapp
Yoseph Kaburuan
RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar diskusi online melalui siaran langsung di media sosial Instagram. Dalam diskusi ini juga dipromosikan produk-produk unggulan dari berbagai provinsi, yang disiarkan bergiliran.
Diskusi bertajuk “Mengunyah Rasa Nusantara Mencerna Istilah Pasar Modal” ini, BEI Pangkalpinang memaparkan tentang lada sebagai produk unggulan dari Bangka Belitung, serta materi pasar modal tentang suspensi dan Unusual Market Activity (UMA).
“UMA adalah aktivitas perdagangan dan atau pergerakan harga suatu efek yang tidak biasa pada suatu kurun waktu tertentu di bursa yang menurut penilaian bursa dapat berpotensi mengganggu terselenggaranya perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien,” jelas Kepala BEI Pangkalpinang, Yoseph Kaburuan, Kamis (26/7/2020).
Ia menyebutkan, jika ada pergerakan yang tidak wajar harga saham tidak wajar dan kemudian dari sisi bursa, itu akan melakukan suspend.
“UMA ini manfaatnya sebagai warning investor saham mau beli atau tidak saham perusahaan yang direkomendasi oleh perusahaan sekuritas,” ujarnya.
Setelah disuspend,  harga saham tersebut itu tidak bisa dibeli atau dijual di market, baik itu market tunai  atau pasar sekunder atau pasar primer.
“Jika perusahaan itu disuspend, yang punya saham bapak ibu, nggak bisa jual pada saat itu, bisa dipelajari aturannya apakah karena pergerakan harga yang tidak wajar atau terhadap isu-isu negatif yang beredar atau isu yang tidak hanya negatif ya, tapi juga itu yang yang membuat harga ini bergerak secara tidak wajar dan bursa akan melakukan suspend terhadap perusahaan tersebut,” ulasnya.
Jual beli saham, kata dia, bisa kembali dilakukan setelah tidak lagi di suspend, atau setelah proses penyelesaian/ proses verifikasi itu dilaksanakan perusahaan.
Sementara, untuk produk nusantara dari Babel yang dikenalkan oleh BEI Pangkalpinang adalah lada, dengan menghadirkan narasumber Ketua Badan Pengelolaan, Pengembangan dan Pemasaran Lada (BP3L) Babel, Rafki Hariska.
Ia menyebutkan, lada Babel telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual dan juga Indikasi Geografis (IG) dengan brand Muntok White Paper.
“Lada Babel terkenal dengan lada putih dan lada hitam, dengan tingkat kepedasan tinggi, produk UMKM lada juga sudah banyak beredar di pasaran, baik dalam bentuk butiran maupun lada halus,” tutupnya. (nov)

Related posts