Educational Comic: Materi Ajar yang Dikemas Menarik

  • Whatsapp

Oleh: Anak Agung Putu Budiartha
Guru SMK Negeri 1 Parittiga, Bangka Barat

Read More

Inovasi dalam pembelajaran adalah hal mutlak yang harus dilakukan guru dalam era titik nol sekarang ini. Guru milenial nampaknya banyak yang sepakat bahwa materi ajar berupa buku tercetak sepertinya kurang relevan lagi dengan perkembangan zaman yang serba menggunakan teknologi. Terlebih fenomena paperless society yang semakin booming perlahan memudarkan kedigdayaan buku cetak selama berabad-abad hadir membersamai interaksi pembelajaran guru dengan siswa. Mungkinkah karena kemasan buku cetak yang itu-itu saja membuat siswa bosan dan tak bergairah untuk mencari tahu lebih banyak tentang materi pelajaran? Jangankan ingin mencari tahu, melihat ketebalan buku dan sebagian besar isinya tulisan berjejer bak semut beriringan sudah barang tentu membuat siswa malas untuk bercengkrama lama dengan si jendela dunia.

Jika berbicara tentang inovasi dalam pembelajaran, sepertinya otak para pendidik sudah merekam dengan baik bahwa guru yang berinovasi adalah guru yang menggunakan teknologi berbasis internet dalam memfasilitasi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar. Entah itu dilakukan secara langsung terkoneksi internet menggunakan aplikasi atau dengan mendownload materi ajar terlebih dahulu. Intinya, siswa dimanjakan dengan media pembelajaran audio visual. Padahal, kecakapan literasi membaca merupakan poin penting yang ditekankan menteri pendidikan kita, Nadiem Makarim selain kecakapan numerasi saat rapat dengan Komisi X DPR ihwal mengemas ulang bentuk Ujian Nasional. Artinya, kecakapan literasi membaca siswa harus tetap menjadi bagian terintegrasi dalam pembelajaran yang dilakukan guru, sehingga problem utamanya adalah tak meninggalkan materi ajar berbasis cetak namun lebih kepada bagaimana membuat materi ajar berbasis cetak yang menarik secara visual agar dapat membangkitkan rasa ingin tahu lebih banyak tentang materi yang akan disampaikan oleh guru.

Mengapa harus materi ajar tercetak bukan materi ajar digital? Toh menggunakan materi ajar digital juga dapat membelajarkan siswa untuk cakap literasi membaca, bukan? Mari kita simak apa yang bisa dilakukan materi ajar tercetak dan yang tidak kita temukan pada materi ajar digital.

Related posts