Dwi Emosi Korban tak Terima Diputusin

  • Whatsapp

Rekon Pembunuhan Nurmaela di Pantai Alew
Motif Murni Pelaku Sudah Tidak Cinta

KOBA – Motif pembunuhan pelaku Dwi Santoso alias Dwi (31), terhadap korban Nurmaela (30) warga Desa Perlang pada, Senin (13/05/2019) akhirnya terkuak jelas.
Hasil rekonstruksi yang digelar Polres Bateng menjelaskan motif pelaku menghabisi Nurmaela karena tidak suka berpacaran sama korban.
Namun wanita asal Desa Perlang itu tidak terima diputuskan oleh tersangka Dwi. Pertemuan pelaku dan korban di Pantai Alew Sumur Tujuh Padang Mulia Koba berlanjut cekcok mulut, hingga pelaku emosi dan menampar korban.
Amarah Dwi semakin membuncah, sampai ia nekat menghabisi nyawa korban dengan cara melilitkan jilbab ke leher korban hingga tewas.
“Motif pembunuhan disebabkan oleh emosi sesaat setelah terjadi pertengkaran hebat akhirnya tersangka membunuh korban. Korban dibunuh dengan melilitkan tali jilbab ke arah leher korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Bateng AKP. Robby Ansyari seizin Kapolres AKBP. Edison Ludy Bard Sitanggang usai rekonstruksi di Pantai Sumur Tujuh Kelurahan Padang Mulia Kecamatan Koba, Kamis (23/05/2019).
Dikatakannya, tersangka sudah tidak suka lagi bertunangan dengan korban. Namun korban tidak terima diputuskan tersangka, keduanya akhirnya cekcok mulut yang menimbulkan pelaku emosi hingga menampar wajah korban dilanjutkan dengan membunuh korban.
“Pembicaraan pelaku tidak usah mengejar saya karena saya menganggap kamu sebagai teman biasa karena saya sudah ada pacar. Saya tidak mau berumah tangga, namun korban tidak terima, akhirnya keduanya perang mulut dan pelaku emosi hingga menghabiskan nyawa korban,” terangnya.
Ia menjelaskan, dalam rekonstruksi sebanyak 23 adegan tersebut diperankan oleh saksi dan tersangka. Polres Bateng bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar menjelaskan kejadian sesungguhnya peristiwa pembunuhan tersebut untuk kepentingan penyidikan berkas tersangka.
“Saksi 1 Reno (jemput korban di Perlang atas persetujuan tersangka), saksi 2 Riski (membenarkan bahwa Dwi itu keluar rumah) sekitar 19.30 Wib. Kemudian saksi 3 Rika (pacarnya tersangka). Si Rika sempat nasihat korban agar menjauh dari tersangka pakai hp tersangka,” ungkapnya.
Dipenghujung wawancara, pelaku menghabisi nyawa korban pada adegan ke 19 yang mana kedua ujung jilbab korban dilipat silang dari belakang oleh pelaku seperti tercekik. Pelaku melilit jilbab ke leher korban hingga tak berdaya. Kemudian pada adegan 21 dan 22, pelaku membopong korban ke pinggir pantai, sedangkan pelaku beranjak pulang menggunakan motor Vixion yang terparkir tak jauh dari TKP.
“Setelah korban sudah tidak berdaya, pelaku pun membopong korban ke pinggir pantai dan meninggalkannya,” tukasnya sembari mengatakan tuntutan tersangka pasal 338 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (ran/6).

Related posts