Dukcapil Bateng Terima 6000 Blanko E-KTP

  • Whatsapp

Prioritas yang Belum Rekaman

KOBA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) telah menerima sebanyak 6000 blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-E) dari Dirjen Dugcapil RI.

Pendistribusian blanko KTP Elektronik itu sempat kosong sejak beberapa bulan terakhir, yang akhirnya baru didistribusi kembali pada awal April 2017 tempo hari.

Kepala Dinas Dukcapil Bateng, Pittor mengatakan, blanko e-KTP sebanyak 6000 lembar itu diprioritaskan khusus warga yang belum melakukan rekaman KTP Elektronik.

“Blanko sebanyak 6000 lembar kita prioritaskan yang belum rekaman,” tegas Pittor saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Kamis (20/04/2017).

Dikatakannya, bagi warga yang sudah rekaman, namun belum dicetak pihaknya akan menyurati warga melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah desa dengan isi surat meminta kepada masyarakat yang sudah melakukan rekaman yang dibuktikan dengan Suket atau Surat Keterangan, maka silakan melapor ke kecamatan atau desa.

“Sesuai petunjuk Dirjen Dukcapil RI, kita sudah membuat surat berisi meminta kepada masyarakat yang telah melakukan rekaman atau Suket. Silakan lapor ke kecamatan atau ke desa. Oleh kecamatan nantinya disampaikan balik ke Dukcapil untuk dicetak, setelah dicetak kemudian dibalikkan lagi ke kecamatan. Warga nantinya langsung mengambil KTP Elektronik yang tercetak di kecamatan,” terangnya.

Ia mengungkapkan, warga yang sudah melakukan rekaman sebanyak 7.448 orang per Maret 2017. Sedangkan yang wajib memiliki KTP Elektronik sebanyak 118.889 orang data Semester II Per 31 Desember 2016 yang merupakan Data Konsolidasi Bersih (DKB Pusat).

“Warga yang sudah memiliki KTP Elektronik sebanyak 110.487 orang, sedangkan yang belum punya KTP Elektronik sekitar 8000 lebih,” tuturnya.

Ia berpesan, bagi warga yang belum punya Kartu Keluarga (KK), silakan buat secepatnya ke kecamatan atau Dukcapil. “Seperti kawan-kawan pendatang yang berdomisili di Bateng, namun ingin pulang, maka silakan berkoordinasi dengan Dugcapil untuk membuat surat pindahan tanpa biaya,” imbaunya.

“Saat ini, memang Dukcapil belum mulai melakukan percetakan, karena menunggu konfirmasi balik dari warga atas jawaban surat yang disampaikan. Misalnya, ada warga yang menikah, pas rekaman belum menikah, namun pas dicetak warga sudah menikah, maka harus lapor dulu jangan sampai nanti tercetak,” tukasnya. (ran/3).

Related posts