HEADLINES

Dugaan Penipuan Modus Cek Kosong, Berkas Direktur RS KIM Sudah P21

 

Kombes Pol Budi Hermawan

 

*Tersangka Tetap Wajib Lapor
*Kombes Budi: Meski Damai, Perkara Lanjut

PANGKALPINANG – Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Budi Hermawan menyebutkan berkas perkara tersangka kasus dugaan penipuan dengan modus cek kosong senilai Rp1,6 miliar yang dilakukan oleh Direktur Rumah Sakit Kalbu Intan Medika (RS KIM) Kota Pangkalpinang, dr. Hendry Jan telah lengkap atau P21.

“Ya, untuk (Perkara-red) Dokter Hendry Jan berkasnya sudah P21. Saat ini, dia masih dikenakan wajib lapor,” ungkap Kombes Budi kepada Rakyat Pos di ruang kerjanya, Kamis (15/10/2020).

Kombes Budi mengatakan, Direktur RS KIM ini dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis lantaran menjalani penangguhan penahanan. Kendati Direktur RS KIM dan Owner Toko Dunia Lampu, Fendi Yanto alias Afen telah menempuh jalur mediasi atau berdamai, namun menurut dia, proses hukum tetap berlanjut.

“Penangguhan penahanan ini karena istrinya (Dokter Hendry Jan- red) sudah menjamin bahwa dia tidak melarikan diri dan kesepakatan mereka damai. Perkara ini tetap lanjut, tidak berhenti pada P21,” jelasnya.

Ditambahkan Kombes Budi, semestinya proses tahap 2 atau pelimpahan berkas perkara dugaan penipuan berikut tersangka, yakni dr. Hendry Jan dilaksanakan pada Kamis (kemarin-red) namun batal. “Jadi, tahap dua rencananya akan dikirim ke jaksa hari ini (kemarin-red), tapi karena jaksa sibuk jadi ditunda pada Senin tanggal 19/10/2020 mendatang,” katanya.

Dilansir sebelumnya, penyidik Ditreskrimum Polda Babel menangguhkan penahanan dr. Hendry Jan, Direktur Rumah Sakit KIM) Pangkalpinang yang diduga melakukan penipuan bermodus cek kosong senilai Rp1,6 miliar.

Dokter Hendri Jan dalam perkara ini, dipolisikan oleh Pemilik Toko Dunia Lampu, Fendi Yanto alias Afen yang merasa ditipu dan diberi cek kosong saat membeli barang-barang kelistrikan untuk membangun RS KIM. Hendry Jan resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (18/8/2020).

“Untuk Kasus Dokter Hendry Jan, penahanannya untuk sementara ini sudah ditangguhkan. Hari Jumat (9/10/2020) kemarin, mereka (Dokter Hendry Jan dan Fendi Yanto-red) sudah perdamaian,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Babel, Kombes Pol Budi Hermawan saat dihubungi Rakyat Pos, Minggu (11/10/2020).

Pages: 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top