Dua Turis Ditolak Masuk Belitung

  • Whatsapp

Tak Dilengkapi Visa Indonesia

Dewanto Wisnu Raharjo. (Foto: Dodi Iskandar)

TANJUNGPANDAN – Dua orang Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan penumpang maskapai AirAsia pada Senin (7/10/2019), ditolak kedatangannya oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dua orang turis itu dikembalikan ke negara sebelumnya dengan maskapai penerbangan yang sama nomor QZ 247 dan hari sama tujuan Malaysia.

“Dua WNA itu diketahui pasangan suami istri bernama Agbara Abdusalam dari negara Libya dan Trussova Viktoriya dari Kazakhtan,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjungpandan Dewanto Wisnu Raharjo saat ditemui Rakyat Pos, Selasa (8/10/2019).

Pemulangan dilakukan karena Agbara WNA dari Libya tidak memiliki visa Indonesia dan bandara Internasional HAS Hanandjoeddin Belitung belum memiliki layanan Visa on Arrival (VoA).

“Jadi misalnya dia masuk dari Bandara Soekarno Hatta, dia bisa membeli visa VoA itu tapi karena Bandara Hanandjoeddin belum memiliki layanan itu makanya kami kembalikan. Nah istrinya ini karena suaminya tidak bisa masuk, dia mengikuti suaminya,” ujar dia.

Dijelaskan oleh Dewanto, dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Perubahan Keenam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia Nomor M.HH-01.GR.01.06 Tahun 2010 tentang Visa Kunjungan Kedatangan menyatakan daftar warga negara tertentu dan subjek kunjungan visa kedatangan.

Dalam daftar tersebut terdapat 68 negara yang harus memiliki visa kunjungan kedatangan atau VoA ketika masuk ke Indonesia. Diantara 68 negara tersebut, Libya termasuk salah satunya.

Meskipun demikian, terdapat 169 negara yang bebas visa ketika masuk ke Indonesia dan diberikan ijin tinggal selama 30 hari tanpa dipungut biaya

Bahkan layanan tersebut bisa diberikan di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin.

“Nah Kazakhtan tadi masuk dalam daftar 169 negara bebas visa tapi Libya justru tidak masuk,” tukas Dewanto. (dod/1)

Related posts