Dua Tersangka Perusak HL Lubuk Segera Diserahkan ke Jaksa

  • Whatsapp
Dirreskrimsus Polda Babel, Kombes Pol Haryo Sugihartono. (Foto: Bambang Irawan)

RAKYATPOS.COM, PANGKALPINANG – Penyidik Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) hingga saat ini masih melengkapi berkas perkara dua tersangka diduga perusak kawasan hutan lindung (HL) Merapin, di Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Babel.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Babel, Kombes Pol Haryo Sugihartono dihubungi rakyatpos.com, Minggu (31/5/2020).

“Untuk kasus ini, berkasnya belum P21, mungkin minggu depan diserahkan jaksa.
Sedangkan BB (Barang Bukti-red) masih di kantor, Tsk masih wajib lapor,” ungkapnya.

Dua alat berat besar berwarna hijau merk Kobelco dan Hitachi berwarna orange ukuran sedang masih terparkir di halaman belakang Mapolda Babel.

Baca Lainnya

Alat berat yang mengeruk tanah di hutan lindung untuk kegiatan penambangan skala besar ini tidak dilengkapi perizinan.

Eksavator atau PC biasa disebut penambang di Bangka Belitung ini diduga milik pengusaha bernama AP yang diurus oleh BT. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Namun tidak ditahan karena pertimbangan pandemi Covid-19.

“Sudah tersangka, pemiliknya yang sudah jadi tersangka. Ada dua yang telah kita tetapkan sebagai tersangka, inisialnya A dan pelakunya, B. Tidak, belum kita lakukan penahan masih dan kita kenakan wajib lapor seminggu dua kali,” kata Dirreskrimsus saat ditemui di Gedung Ditreskrimsus Polda Babel, Selasa (21/4/2020) silam.

Lanjut Haryo, penyidik belum menyentuh penampung pasir timah dari hasil penambangan di kawasan terlarang ini.

“Jadi, sementara belum ada, karena kegiatan penambangan ini di areanya hutan lindung. Sedangkan penampung belum juga, karena barang bukti sudah kita amankan dan kita sita alat berat, maupun dokumen-dokumen yang menyertai daripada kegiatan tersebut,” ungkapnya.

Perwira melati tiga yang sebelumnya menjabat Kabagbin Korwas PPNS Bareskrim Polri ini, mengaku tak tahu menahu pasir timah yang dihasilkan dari penambangan itu bakal ditampung kolektor mana.

“Yah gak tahu, kita belum tahu arahnya karena kan yang baru hasil penambangan yang masih timah basah. Timah ini dari lokasi dan kegiatan ini baru dimulai 13 Maret 2020 silam,” tukas Haryo.

Sebelumnya, Tim Ditreskrimsus Polda Babel menghentikan penambangan ilegal di kawasan HL Sarang Ikan dan Merapin VI di Desa Lubuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, pada Senin (6/4/2020) lalu.

Tidak hanya menghentikan penambangan liar saja, polisi juga mengamankan dua alat berat berupa eksavator yang beroperasi dan peralatan mesin tambang. Alat berat ini kepergok polisi saat mengeruk tanah di kawasan itu untuk kegiatan penambangan skala besar yang tidak dilengkapi perizinan. (bis)

Related posts