Dua Tersangka Korupsi Diserahkan ke Jaksa

  • Whatsapp

Dugaan Tipikor Pengadaan Bibit Sawit Palsu
Rugikan Negara Rp204 Juta

MENTOK – Tim penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polres Bangka Barat, akhirnya menyelesaikan pemberkasan penyidikan dugaan korupsi dengan tersangka SP dan GN.

Kedua tersangka telah diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangka Barat pada Jumat (13/9/2019) untuk dilakukan penuntutan.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat AKP Rais Mu’in mewakili Kapolres AKBP Firman Andreanto, kepada wartawan Sabtu (14/9) pagi.

“Untuk kasus ini sudah tahap dua yakni menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU,“ ungkap Rais Mu’in.

Kasat menerangkan, kedua tersangka ini disidik pihak kepolisian setelah mendapat laporan adanya dugaan korupsi dalam proyek pengadaan bibit kelapa sawit berupa kecambah pada tahun anggaran 2017. Dan kedua tersangka merupakan penyedia pengadaan bibit tersebut.

Proyek ini menurutnya milik Pemerintah Desa Limbung, Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2017 sebesar Rp272.979.000,-. Setelah melalui proses pengadaan, ditunjuklah kedua tersangka untuk mengadakan bibit kelapa sawit itu.

Namun dalam pelaksanaannya kedua tersangka diduga menyediakan bibit palsu dan tidak memenuhi standar mutu benih. Akibatnya, negara ditaksir mengalami kerugian sebesar 204.979.000 rupiah.

“Kedua tersangka dijerat Pasal 2 Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi dengan ancaman kurungan penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak 1 miliar rupiah,” kata AKP Rais.

Kini, kedua tersangka sudah ditahan pihak kejaksaan setelah dilimpahkan polisi. Dalam waktu dekat JPU akan melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri Pangkalpinang untuk disidangkan. (wan/1)

Related posts