Dua Teknisi Asing Jembatan Emas, Ditangkap

  • Whatsapp

Terjaring OTT Imigrasi, Terancam Deportasi
Gunakan Visa Wisata untuk Bekerja

PANGKALPINANG – Kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Emas atau Batu Rusa II yang menghubungkan Ketapang Kota Pangkalpinang dengan Desa Air Anyir, Kabupaten Bangka, mendapat masalah. Dua warga negara asing (WNA) yang mereka pekerjakan untuk teknisi dan operator buka tutup jembatan, ditangkap tim Imigrasi Pangkalpinang.
Kedua WNA itu yakni Paul Alfred Chadwick yang berasal dari Inggris, dan Nikolaos Magoulas asal Yunani. Keduanya terancam dideportasi, setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan petugas Kantor Imigrasi Pangkalpinang pada Selasa sore (24/1/2017). Terlebih, setelah dilakukan pemeriksaan dokumen keimigrasian, keduanya diduga melanggar izin visa. Paul dan Nikolaos mengantongi visa kunjungan bisnis dan wisata, sedangkan kegiatan mereka di Jembatan Emas dalam rangka bekerja.
Pengamanan terhadap kedua WNA ini berawal dari informasi yang diterima petugas Imigrasi bahwa terdapat pekerja proyek Jembatan Emas menyalahgunakan visa. Petugas Imigrasi pun melakukan penyelidikan dengan menyamar sebagai pengendara sepeda dan berwisata di kawasan Jembatan Emas.
Lalu, terlihat kedua WNA itu sedang berada di lokasi proyek pembangunan jembatan. Keduanya dilihat tengah mengamati mesin-mesin yang ada di jembatan. Melihat itu, aparat Imigrasi langsung mendatangi keduanya dan melakukan pemeriksaan sambil menunjukkan identitas sebagai petugas Imigrasi.
Dan ternyata, keduanya tidak mampu menunjukkan surat-surat sah keberadaan mereka sebagai pekerja di proyek jembatan dalam dokumen keimigrasiannya. Mereka hanya memiliki visa kunjungan bisnis dan wisata, sehingga dianggap telah melakukan pelanggaran keimigrasian.
“Ini merupakan operasi tangkap tangan, diduga kedua warga negara (asing-red) ini melanggar izin tinggal. Izin yang mereka punya yakni kunjungan bisnis atau kunjunang wisata,” kata Kepala Sub Informasi Imigrasi Pangkalpinang, Iqbal Rifai kepada wartawan Rabu kemarin (25/1/2017).
Petugas Imigrasi sempat kewalahan memberikan pengertian kepada kedua WNA tersebut, terkait penangkapan ini karena keduanya tidak bisa berbahasa Indonesia. Namun kemudian kedua digiring ke Kantor Imigrasi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kemarin, petugas masih mendalami terkait keberadaan kedua WNA ini di Pulau Bangka. Karena diduga, mereka bekerja sebagai teknisi mesin buka tutup Jembatan Emas, namun tidak memiliki visa bekerja.
“Kita masih lakukan pemeriksaan terhadap kedua WNA ini. Kapan kita akan melakukan deportasi, masih tunggu perkembangan lebih lanjut,” kata Iqbal. (das/1)

Related posts