Dua Tambang Ilegal di DAS Jelitik Ditindak

  • Whatsapp
Tambang Ilegal- Aktivitas tambang ilegal di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka yang ditertibkan anggota Satpol PP Bangka, Rabu (23/10/2019). (foto: Zuesty Novianty)

Membandel, Milik Ayung dan Mustofa

SUNGAILIAT – Tambang Inkonvensional (TI) pasir timah jenis rajuk yang menambang tanpa izin, kembali beraktivitas di hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Jelitik, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

Tambang ilegal yang diketahui milik Ayung warga Jelitik dan Mustofa warga Batako ini beroperasi secara sembunyi sembunyi agar penambangan mereka tidak terpantau petugas.

Padahal beberapa hari yang lalu, Satpolair Polres Bangka sempat melakukan penertiban di lokasi yang sama dan meminta kepada para penambang untuk tidak melakukan aktifitasnya kembali di lokasi dimaksud. Namun ternyata imbauan itu tak digubris oleh penambang.

Buktinya, saat petugas Satpol PP Bangka yang dipimpin oleh Kasi Pengawasan Satpol PP Bangka, Dodi Fitriansyah melakukan peninjauan ke lapangan, Rabu (23/10/2019), petugas mendapati 2 unit tambang rajuk kembali beroperasi di DAS hilir Jelitik.

Petugas kemudian menindak tambang itu dan meminta kepada para penambang untuk membongkar sendiri peralatan tambang yang ada di sekitar lokasi. Selain itu, petugas menyita 2 unit mesin Robin serta peralatan tambang lainnya ke kantor Satpol PP Bangka sebagai barang bukti.

Viktor warga Jelitik yang mengaku memiliki lahan di dekat DAS Jelitik sempat berang kepada para penambang yang terkesan membandel ini. Karena menurut dia, lahannya sempat dijarah para penambang dan membuat sejumlah bidang tanah mengalami keretakan.

“Kan kemarin telah dirazia Satpol Air, tapi masih lah kalian nambang. Dak kene kene di pade ikak ni. Awas sekali agik ikak nambang ke sini, ku proses ku ikak (bandel kalian ini ya, awas sekali lagi kalian nambang ke sini saya proses,” katanya kepada penambang.

Sementara Erik, salah satu penambang dihadapan petugas mengaku baru 2 hari menambang di hilir DAS Jelitik.

Bukannya kasihan, mendengar jawaban penambang, petugas malah meminta kepada penambang lainnya untuk membongkar peralatan tambang mereka yang berada di sekitar lokasi.

Kasi Pengawasan, Dodi mengaku penertiban TI rajuk di DAS Jelitik telah dilakukan berulang kali namun penambang tetap juga membandel. Oleh karena itu, pihaknya melakukan tindakan tegas dengan mengamankan 2 unit mesin Robin dan 1 buah stik untuk menambang.

Menurut Dodi, penambangan didaerah ini telah mengakibatkan penyempitan alur sungai sehingga ditakutkan terjadi luapan air dan banjir.

“Penambang akan dibuat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya dengan cara menambang disekitar lokasi,” katanya. (2nd/1)

Related posts