Dua Residivis Curat tak Kapok-kapok

  • Whatsapp
Dua tersangka residivis kasus pencurian dihadirkan dalam press release yang digelar Polsek Simpang Katis, Jumat (25/10/2019). (foto: Muhammad Tamimi)

 

Enam Kali Keluar Masuk LP
Terlibat Kasus Perampokan dan Aniaya Petani

 

SIMPANG KATIS – Sudah enam kali masuk Lembaga Pemasyarakatan (LP) atas kasus pencurian dan narkotika tidak membuat RY alias Roy (43) jera. Roy bersama rekannya RM alias Rian (22) yang juga resedivis kembali harus berurusan dengan polisi karena terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat).

Keduanya ditangkap anggota Polsek Simpang Katis karena terlibat kasus pencurian terhadap seorang petani atasnama Apipudin (56) warga Desa Pasir Garam, Kecamatan Simpang Katis.
RY warga Desa Kace, Kecamatan Mendo Barat ditangkap pada Rabu (23/10/2019) pukul 14.00 WIB di perkebunan kelapa sawit Desa Air Petaling sedangkan RM warga Kelurahan Pelipur Pangkalpinang ditangkap pada Kamis (24/10/2019) pukul 12.30 WIB di sebuah kontrakan di Jalan Abdullah Addari Pelipur Kecamatan Taman Sari.

Kapolsek Simpang Katis AKP Raden Hasir seizin Kapolres AKBP Slamet Ady Purnomo menyampaikan dalam aksinya pelaku RY melakukan pemukulan terhadap korban pada bagian kepala, telinga, hidung, punggung dan rusuk. Akibatnya, korban mengalami luka robek pada bagian kepala, telinga dan hidung berdarah serta sakit pada bagian bahu kanan dan rusuk sebelah kanan.

“Selain mengalami luka berat, korban juga mengalami kerugian material yakni 1 unit HP Oppo, 1 unit HP Nokia, 1 tas kecil berisi uang Rp300.000 beserta KTP korban,”
ujar Kapolsek disela-sela kegiatan press release di Mapolsek Simpang Katis, Jum’at (25/10/2019).
Dia menerangkan modus operandi pelaku dengan mengendarai 1 unit motor Yamaha Mio hitam rental menuju pondok kebun korban dengan berpura-pura menumpang untuk beristirahat sembari memperhatikan barang berharga milik korban.

Setelah pamit pulang, sekitar pukul 03.45 WIB kedua pelaku kembali lagi ke pondok kebun dengan alasan kehabisan bahan bakar sepeda motornya dan meminta uang untuk membeli bahan bakar. Pada saat korban membuka pintu pondok, kemudian salah satu pelaku menjepit leher korban dengan tangan kiri hingga tertunduk.
Sementara tangan kanan pelaku memukul kepala korban.

Sedangkan pelaku yang lainnya memukul korban dengan menggunakan patahan batang pohon singkong dan kayu balok hingga korban terjatuh di tanah. Lalu salah satu pelaku mengambil benda-benda berharga milik korban dan kemudian melarikan diri.
Adapun barang bukti yang diamankan terdiri dari 1 buah kotak HP Oppo, 1 buah kotak HP Nokia, 1 buah kayu balok ukuran 160 cm, 1 unit HP Oppo, 1 unit motor Yamaha Mio 125 warna hitam Nopol BN 6098 PC beserta STNK, 1 buah topi, 1 helai jaket, baju kaos lengan pendek, tas kecil, dompet dan KTP.
“Tersangka dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun,” tukasnya.

“Tersangka RY sudah pernah menjalani hukuman atau residivis sebanyak enam kali yaitu lima kali kasus penipuan dan satu kali kasus narkoba. Kemudian RM sudah pernah menjalani hukuman sebanyak dua kali yaitu kasus pencurian dengan pemberatan,” tambah kapolsek. (ran/6)

Related posts