Dua Penambang Tewas Tertimbun Tanah

No comment 1180 views

EVAKUASI PENAMBANG – Salah seorang penambang yang tewas tertimbun longsoran tanah tampak ketika dievakuasi warga dari dalam lubang tambang. Dua penambang terkubur hidup-hidup di lokasi tambang Dusun Aik Muntik Desa Mampayak, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, kemarin sore. (Foto: mgt/Bastiar Riyanto)

1 Selamat, Terbenam Setinggi Pinggang
Di Tambang Desa Mempayak, Beltim

MANGGAR – Kecelakaan kerja di tambang pasir timah kembali terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kali ini, dua orang pekerja tambang inkovensional (TI) di lokasi tambang Jalan Tinjau Dusun Aik Muntik Desa Mampayak, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, tewas tertimbun longsoran tanah.
Laka kerja maut itu menimpa Saifulah alias Ence (32), pendatang asal Dusun Bubakan RT 002/007 Ngunut Bandar Pacitan, Surabaya, dan Rosdi (33) warga Air Merbau Tanjungpandan Kabupaten Belitung. Keduanya terkubur hidup-hidup pada Kamis siang (5/10/2017) sekira pukul 14.30 Wib.
Kedua korban bekerja kepada Atak selaku pemilik TI. Dan diketahui saat kejadian longsoran tanah setinggi 6 meter menimbun kedua korban, terdapat lima orang pekerja tengah bekerja di tambang tersebut.
Beruntung nasib ketiga rekan korban, salah satunya Atak (30) pemilik tambang dapat selamat dari musibah kecelakaan kerja. Padahal, jarak mereka dengan longsoran tanah cukup dekat.
Keterangan yang diperoleh Rakyat Pos, peristiwa ini diawali saat rekan korban bernama Mandra tengah memasang kayu penyanggah tanah agar tidak longsor ke bawah. Pada saat itu, Saifullah bertugas menjaga lobang kapu kapu, sedangkan Rosdi menyemprot tanah di dalam lubang camui menggunakan selang monitor.
Namun tiba-tiba saja, bruuuk, tanah dari ketinggan 6 meter pun ambruk menimpa Saifullah dan Rosdi yang tepat berada di bawahnya. Sementara Mandra yang berpijak di longsoran tanah, ikut menyusur ke bawah, namun nyawanya selamat karena hanya terbenam tanah setinggi pinggang.
Sedangkan Atak dan seorang pekerja lagi, saat kejadian baru saja mencari pelepah sawit sebagai penahan tanah. Belum sempat memasang penyangga, Atak dikejutkan suara Mandra berteriak minta tolong dan tak terlihat lagi tubuh Saifullah dan Rosdi.
Melihat itu Atak pun panik. Dia bergegas mencari pertolongan dan membantu mengevakuasi Mandra yang terbenam. Setelah itu, barulah proses pencarian dan evakuasi terhadap 2 korban yang terkeburu dilakukan secara manual oleh rekan-rekannya dan warga lain. Tim pencari juga menggunakan mesin untuk menyedot lumpur yang menimbun lubang camui.
Dua jam kemudian, atau kira-kira jam 4 sore, Saefullah, korban pertama yang berhasil ditemukan. Pada pukul 17.20 Wib atau sekitar satu jam lebih upaya mencari, korban Rusdi baru menyusul ditemukan.
Kedua jenazah malang itu kemudian dievakuasi menggunakan mobil Tagana dan Basarnas ke kamar jenazah RSUD Belitung Timur untuk divisum. Dan dari hasil pemeriksaan medis, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga dipastikan keduanya tewas murni lantaran tertimbun longsoran tanah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, tidak melihat ada tanda-tanda kekerasan dan disimpulkan bahwa korban murni kecelakaan. Dan berdasarkan data yang kami terima korban diperkirakan meninggal dunia sekitar dua sampai enam jam lalu,” terang dr Reza saat dikonfirmasi tadi malam. (yan/6)

No Response

Leave a reply "Dua Penambang Tewas Tertimbun Tanah"