Dua Penambang Jadi Tersangka

  • Whatsapp
Anggota Polsek Koba saat mengamankan barang bukti tambang ilegal di DAS Kelurahan Berok Kecamatan Koba, Bangka Tengah.(foto: Muhammad Tamimi)

KOBA – Jika sebelumnya Polres Bangka Tengah menetapkan dua tersangka kasus tambang ilegal di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Nibung, kini polisi kembali menetapkan dua tersangka kasus pertambangan ilegal di DAS Kelurahan Berok, Kecamatan Koba. Dua tersangka yang ditetapkan tersangka atas nama yakni MAR (42) dan SHR (25).

Keduanya ditangkap karena telah melakukan kegiatan penambangan ilegal di wilayah DAS, seperti yang tertuang dalam Laporan Polisi Nomor: LP/A-1051/X/BABEL/ RES BATENG/SEK KOBA tanggal 16 Oktober 2019 Laporan Polisi Nomor: LP/A-1052/X/BABEL/RES BATENG/SEK KOBA tanggal 16 Oktober 2019.

“Mereka ini sudah berulang kali melakukan penertiban dan menghimbau agar tidak lagi melakukan penambangan di kawasan DAS Kelurahan Berok, tetapi mereka masih saja membandel,” ujar Kapolsek Koba, AKP Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Adi Purnomo kepada wartawan, Jum’at (18/10/2019).

Pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di wilayah DAS Sungai Berok terdapat aktifitas penambangan timah secara ilegal.

“Informasi kita peroleh dari masyarakat yang menyesalkan adanya aktivitas tambang. Saya perintahkan Kanit Intelkam dan Kanit Reskim untuk melakukan pengecekan benar apa tidaknya informasi itu. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar ada aktivitas penambangan di kawasan DAS yang dilakukan kedua tersangka,” ungkapnya.

Saat ditanyakan surat izin penambang dari yang berwenang, seperti IUP, IPR atau IUPK, namun keduanya tidak bisa menunjukan surat izin menambang.

“Mereka berdua beserta barang bukti langsung kita amankan di Mapolsek guna proses lebih lanjut. Keduanya, kita jerat dengan pasal 158 Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara,” tuturnya.

Kapolsek menambahkan barang bukti yang diamankan berupa peralatan untuk menambang. “Barang bukti yang kita amankan, dua unit mesin tanah warna kuning hitam, dua unit mesin air warna oranye, dua unit pipa paralon warna putih, dua buah spiral tanah warna biru, dua unit selang gabang warna merah dan dua buah karpet warna merah,” tandasnya.

Dikembalikan ke Koba Tin

Sementara itu, satu unit mobil truk pengangkut potongan besi atau scrab milik PT Koba Tin yang sempat ditahan di Polsek Koba akhirnya dikembalikan. Kapolsek Koba AKP Andri Eko Setiawan seizin Kapolres Bangka Tengah AKBP Slamet Ady Purnomo mengungkapkan mobil tersebut dikembalikan setelah pihak PT Koba Tin menunjukkan izin bahwa aktivitas pengangkutan besi itu sudah seizin perusahaan.

“Pihak lawyer PT Koba Tin sudah datang ke Mapolsek Koba untuk memberikan hitam diatas putih yang menyatakan bahwa aktivitas pengangkutan besi atau scrab itu sudah izin perusahaan,” ujarnya kepada wartawan, Jum’at (18/10/2019).

Dijelaskannya, atas dasar itu pihaknya mengembalikan mobil truk pengangkut besi atau scrab tersebut kepada PT Koba Tin.

“Sebelumnya direksi PT Koba Tin sudah mengkonfirmasikan kepada kita via telepon, membenarkan bahwa aktivitas pengangkutan besi itu legal dan sudah seizin perusahaan. Tetapi waktu itu belum bisa mengembalikan mobil itu karena kita minta surat hitam diatas putih yang menyatakan aktivitas itu legal,” ungkapnya.

Terkait dengan dikembalinya mobil truk pengangkut besi atau scrab tersebut kepada PT. Koba Tin. Dalam permasalahan tersebut pihak PT Koba Tin mengakui bahwa terjadi miss komunikasi dikarenakan tidak melayangkan surat pemberitahuan pengangkutan kepada pihaknya.

“Pihak Koba Tin mengakui bahwa ada miss komunikasi karena tidak memberi surat pemberitahuan kepada kita terkait pengangkutan besi itu,” tukasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya satu unit mobil truk ditahan Polsek Koba pada Senin (14/10/2019) yang lalu setelah personil polres melakukan patroli di areal PT Koba Tin.

Saat patroli itu personel Polsek Koba menemukan satu unit mobil pengangkut besi atau scrab dan ketika diminta dokumen-dokumen pengangkutan besi itu tidak bisa ditunjukkan, maka mobil itu diamankan ke Mapolsek Koba. (ran/10)

Related posts