Dua Kawanan Bandit Didor

  • Whatsapp
KOMPLOTAN CURAT – Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek Pangkalan Baru, menggelar kasus tangkapan komplotan curat serta barang bukti kejahatannya, di ruang Anton Sujarwo Polres Pangkalpinang, Senin (27/2/2017). (Foto: Dwi Sadmoko)

Saat Meringkus Komplotan Garong Sadis
Polisi Incar Penadah
4 Pelaku dan BB Sudah Diamankan

PANGKALPINANG – Usai sudah sepak terjang empat kawanan garong yang kerap meresahkan masyarakat Kota Pangkalpinang dan sekitarnya di Provinsi Bangka Belitung. Komplotan berjumlah 4 orang ini, yaitu Idham (32), Rian (35), dan Ismail (24) warga pendatang asal Sumatera Selatan, serta Asmadi (26) satu-satunya warga lokal berasal dari Desa Batu Belubang, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, berhasil ditangkap polisi.
Tidak main-main setiap beraksi, kawanan tersebut membekali diri dengan senjata tajam. Terbukti, dari alat yang diamankan pihak kepolisian, cukup banyak beberapa pedang pendek dan badik ditemukan di kediaman para pelaku.
“Mereka ini melancarkan giatnya memang pakai badik. Tapi, sejauh ini belum ada unsur curas (pencurian dengan kekerasan) yang mengakibatkan korban luka, jadi mereka termasuk pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) spesialis bobol rumah,” terang Kapolres Pangkalpinang, AKBP Heru Budi Prasetyo didampingi Kasat Reskrim, AKP M Saleh dan Kapolsek Pangkalan Baru, AKP Manurung saat gelar kasus Senin (27/2/2017).
Bahkan, dari hasil pemeriksaan terhadap para tersangka, sebagian besar mereka adalah residivis daerah asalnya, Provinsi Sumatera Selatan.
“Kalo pengakuannya mereka sudah pernah dipenjara, jadi termasuk residivis. Kita masih periksa lagi, apa ada komplotan lainnya yang tergabung dengan mereka,” kata Kapolres.
Polisi terus berupaya melakukan pengembangan kasus ini. Dari keterangan para tersangka, mereka baru 2 minggu terakhir berada di Kota Pangkalpinang.
“Memang mereka baru dua minggu di Pangkalpinang. Kita terus dalami lagi motif mereka ini dan apakah ada jaringan komplotan lainnya. Mengingat mayoritas mereka ini adalah warga pendatang,” ujarnya.
Kapolres juga tidak mau berspekulasi soal wilayah hukumnya yang menjadi daerah sasaran pelaku curat dari luar. Dia lebih menekankan pada upaya tindakan antisipasi terhadap aksi tindak kejahatan pencurian ini.
“Kalau berkenaan dengan itu, sebenarnya sudah antisipasi. Kita kedepankan peran anggota kita dalam mendeteksi titik rawan dan para pendatang yang mencurigakan,” tegas Heru.
Selain itu, aparat kepolisian juga melanjutkan perburuan terhadap para pelaku dengan mengincar penadah barang curiannya. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa ada penadah khusus yang menampung barang curian mereka, entah itu di Pangkalpinang sendiri ataupun di luar kota, khususnya Sumatera Selatan yang merupakan daerah asal para pelaku.
“Penyelidikan kita tentunya mengarah ke sana (pengembangan kasus-red), apakah ada jaringan lain atau penadah khusus. Kalau penyelidikan kita mendapat titik terang, bahwa ada penadah khususnya, tentunya kita lakukan penegakan hukum yang sesuai,” tegasnya.
Berdasarkan Laporan Polisi (LP) resmi terkait kasus curat yang melibatkan para pelaku, hanya 3 LP. Yaitu 2 laporan di Polsek Pangkalan Baru dan 1 di Polsek Bukit Intan. Walaupun begitu, dari pengakuan para tersangka, mereka beraksi di 6 TKP. Akan tetapi, penyidik tetap mendalami keterkaitan kejadian dengan laporan dan keterangan para tersangka.
“Saat ini penanganan masih di Polsek Pangkalan Baru. Nanti akan koordinasi dengan Sat Reskrim Polres Pangkalpinang dimana saja ada LP resmi yang melibatkan mereka tersangka. Termasuk nanti kita juga akan kumpulkan korban yang sudah ada dan yang merasa bahwa ada BB milik mereka. Memang ada 3 LP yang cocok, tapi mereka mengaku sudah ada 6 TKP,” terang Kapolres.
Menurut Heru, aksi komplotan bandit ini terhenti di tangan aparat Kepolisian Polsek Pangkalan Baru, tepatnya akhir pekan lalu. Penangkapan mereka dipimpin langsung Kapolsek Pangkalan Baru, AKP Manurung. Bahkan, karena melakukan perlawanan 2 pelaku terpaksa dihadiahi timah panas alias ditembak.
“Keberhasilan pengungkapan kasus ini berkat upaya penyelidikan yang dilakukan oleh Unit Reskrim dan Intel Polsek Pangkalan Baru. Akhirnya, komplotan garong ini berhasil kita ringkus,” timpalnya.
Penangkapan terhadap para pelaku bermula dari informasi yang didapat Babinkamtibmas Polsek Pangkalan Baru, Bripka Nodi. Ada informasi yang menunjukkan bahwa pelaku mau menjual barang yang diduga hasil curian. Mendapatkan laporan tersebut, aparat Polsek Pangkalan Baru segera menindaklanjuti ke lapangan dan melakukan penyelidikan.
“Awalnya memang dari informasi bahwa ada barang curian yang hendak dijual. Setelah diselidiki, ternyata memang benar. Dimana, para pelaku tersebut sedang berada di sebuah rumah kontrakkan yang ada di kawasan Batu Belubang. Lalu, anggota Polsek Pangkalan Baru pun bergerak menangkap pelaku,” papar Kapolres.
Setelah melakukan penggeledahan di kediaman pelaku, polisi mendapat barang bukti (BB) lainnya. BB yang berhasil diamankan yaitu 3 buah alat congkel berupa obeng dan linggis kecil, 4 unit HP, 1 buah gitar, 2 bilah badik, perhiasan emas jenis cincin dan emas putih, 2 buah helm warna merah dan hitam, 1 buah tas laptop, 1 buah TV, 1 buah playstation dan 2 unit sepeda motor.
“Pelaku kita gerebek dan kita lakukan penggeledahan. Kita temukan beberapa barang bukti yang merupakan hasil tindak kejahatan pencurian mereka lakukan. Pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Polsek Pangkalan Baru. Akan dilakukan pengembangan lebih lanjut dari kasus tersebut,” jelas Kapolres lagi.
Dikatakannya, ternyata upaya penangkapan 4 kawanan garong tak berjalan mulus. Aparat Polsek Pangkalan Baru yang bertugas dalam penangkapan terpaksa menembak 2 orang pelaku yaitu Rian dan Idham karena berusaha melarikan diri.
“Saat anggota melakukan pengembangan di TKP dan mencari barang bukti, ada 2 pelaku mencoba melarikan diri. Padahal sudah diberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali,” ujar Kapolres.
Maka dari itu, dengan sangat terpaksa Kapolsek Pangkalan Baru, AKP Manurung memerintahkan anggota melakukan upaya tindakan tegas untuk melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki sebelah kanan.
“Untuk pelaku yang terkena tembakan sudah dilakukan perawatan medis di RSUD Depati Hamzah,” imbuhnya.
Kemudian, aparat kepolisian pun terus melakukan pemeriksaan kepada para pelaku ini. Komplotan garong yang berhasil diringkus aparat Polsek Pangkalan Baru ini ternyata beraksi lebih dari 1 tempat kejadian perkara (TKP). Aksi mereka tidak hanya terjadi di wilayah hukum Polsek Pangkalan Baru, bahkan hampir di seluruh wilayah hukum Polres Pangkalpinang, tepatnya 6 TKP.
“Mereka ini memang spesialis curat bobol rumah. Kalau dari keterangan mereka, sudah ada 6 TKP hampir di seluruh wilayah hukum kita. Kita akan cocokkan lagi dengan LP yang sudah masuk,” terangnya.
Adapun TKP yang dimaksud yaitu, TKP Rumah AKP Bayu Aji (perwira Polda Kep Babel) di Jalan Manunggal Desa Bululuk, Pangkalan Baru, TKP Dusun Merengkan Desa Benteng, Kecamatan Pangkalan Baru, TKP rumah kontrakkan di Air Itam Jalan Pasir Padi, Kecamatan Bukit Intan, TKP Jalan Kampung Pasir Kecamatan Bukit Intan dan 2 TKP di Kecamatan Pangkalbalam.
“Kita akan proses satu per satu perkara dimana TKP para pelaku ini,” pungkas Kapolres. (das/6)

Related posts