Dua Kapal Tabrakan di Air Kantung

  • Whatsapp
TURUN PENCARIAN – Tim penyelamat gabungan turun melakukan pencarian terhadap Mh—kru KC Barakuda 1 yang tercebur dan hilang pascadua kapal terlibat tabrakan di perairan Air Kantung, Sungailiat, Kamis sore. KC Barakuda diduga menabrak KIP Permis lantaran dihantam gelombang. Selain Mh, seorang kru kapal lainnya Sh mengalami luka dan patah tulang tangan. (Foto: Mg419)

Barakuda 1 dan KIP Permis
Satu ABK Tercebur dan Hilang

SUNGAILIAT – Perairan Air Kantung di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali meminta peristiwa. Setelah Kapal Isap Produksi (KIP) Krakatau Tin yang tengah menambang pasir timah di perairan itu terbakar hebat diduga akibat korsleting arus listrik pada mesin penggerak, kini giliran dua kapal isap lain terlibat tabrakan.

Akibatnya, satu orang kru kapal dikabarkan hilang dan diduga meninggal dunia setelah tercebur ke laut dari atas kapal. Sedangkan satu anak buah kapal (ABK) lainnya, mengalami luka-luka karena terjatuh saat dua kapal isap bertabrakan.

Informasi yang diperoleh Rakyat Pos, dua unit kapal isap produksi yang terlibat tabrakan di perairan itu yakni KC Baracuda 1 dan KIP Permis. Kedua kapal ini, berada dibawah naungan PT Timah, Tbk.

Kejadian bermula saat Kamis sore (11/4/2019) sekitar pukul 15.30 WIB, KC Baracuda 1 hendak merapat ke KIP Permis di tengah perairan. Namun saat itu sekitar setengah meter gelombang kencang menghempaskan KC Baracuda 1 ke badan KIP Permis.

Dapat ditebak, kedua kapal langsung saling berbenturan. Keduanya bergoyang hebat dan menimbulkan suara tabrakan dinding besi. Akibatnya satu orang ABK KC Barakuda 1 berinisial Mh (30) tercebur ke laut dan hilang. Mh hingga kini masih dalam pencarian tim penyelamat meski diduga sudah tak tertolong lagi. Selain itu satu orang ABK lagi berinisial Sh (21) mengalami luka ringan karena terjatuh dari lantai kapal.

Kapolres Bangka melalui Kabag Ops, Kompol S Sopian mengatakan, korban Mh dan Sh adalah kru KC Barakuda 1. Saat itu Mh hendak naik ke KIP Permis sambil membawakan berkas dan dokumen. Sedangkan Sh bermaksud untuk melemparkan tali ke KIP Permis.

“Saat Mh mau naik KIP, Sh juga melemparkan tali biar kapalnya tidak terbawa arus. Namun saat bersamaan ada ombak besar sehingga kedua kapal itu berbenturan dan Mh terjatuh,” terangnya kepada wartawan harian ini, Jumat (12/4/2019).

Saat ini kata Sopian, pihak kepolisian dari Satuan Polisi Perairan Polres Bangka, bersama tim penyelamat Laskar Sekaban, Basarnas, TRC PT Timah dan nelayan setempat, masih melakukan proses pencarian terhadap Mh.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas PT Timah Tbk, Anggi Siahaan membenarkan ada kejadian tersebut. Dia tak menampik kedua kapal itu berada dalam naungan perusahaan mereka. Dan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Inspektur Tambang.

“Musibah ini tidak kita kehendaki, tapi kami akan terus melakukan pencarian. Kami akan melakukan semaksimal mungkin,” tandasnya via sambungan telepon. (mg419/1)

Related posts