Dua Kapal Ikan Asal Tegal Diamankan

  • Whatsapp
Kapal ikan asal Tegal, Jawa Tengah diamankan pihak PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, di perairan Basel lantaran menggunakan alat tangkap cantrang. (foto: Bastiar)

Gunakan Alat Tangkap Cantrang
Beroperasi di Perairan Bangka Selatan

TANJUNGPANDAN – Kapal Pengawas Perikanan HIU 03 milik Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan, mengamankan dua kapal asal Jawa Tengah di perairan Bangka Selatan Kamis (16/05/19) sekitar pukul 16.00 WIB.
Dua kapal asal Tegal, Jawa Tengah itu sebelumnya diamankan lantaran sudah melakukan penangkapan di jalur penangkapan yang salah, dan menggunakan alat tangkap cantrang.
Petugas pada Senin (20/05/19) sudah memintai keterangan kepada seluruh Anak Buah Kapal (ABK) KM Rizki Mina Abadi GT 59 serta KM Ginatur S GT 102.
Keterangan itu, sudah berbentuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP), dan hasil pemeriksaan itu diarahkan kepada pembinaan. Namun untuk alat tangkap yang digunakan pada kapal itu, tetap disita oleh petugas.
Barang bukti (BB) tersebut, kini sudah berada di kantor Satker PSDKP Tanjungpandan. Tindakan yang dilakukan oleh petugas kali ini, hanya memberikan effect jera saja, agar penangkap ikan itu bisa menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.
“Ini juga untuk pembelajaran bagi yang lain juga, agar tetap menggunakan alat tangkap ramah lingkungan. Kalau untuk pemilik kapal itu beda-beda orang nya,” kata Kepala Kantor Satuan Kerja (Satker) PSDKP Tanjungpandan Janet F M Ambarita kepada Rakyat Pos, Senin (20/5/2019).
Kata Janet, untuk barang bukti itu ada dua unit alat tangkap cantrang, dan rencana kepada ABK dan dua kapal tersebut akan dipulangkan ke Tegal dalam waktu dekat. Apabila kapal tersebut di kemudian hari masih dijumpai menggunakan alat tangkap serupa, maka akan dilakukan proses hukum.
“Kami minta kepada mereka juga untuk mengganti jenis alat tangkap kedepannya. Kalau tertangkap lagi kedepan mereka masih menggunakan alat tangkap yang dilarang, berarti mereka sudah siap diproses hukum,” pungkasnya. (dod/6)

Related posts