Dua Kali Sidang Adjudikasi, Bahar dan Alex Mangkir

  • Whatsapp
Marshal Imar Pratama

PANGKALPINANG– Dua calon anggota DPD RI Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Bahar Buasan dan Alexander Fransiscus, kembali mangkir dalam sidang adjudikasi yang digelar Bawaslu Babel, Rabu (13/3/2019. Mangkirnya Bahar dan Alex, membuat sidang ditunda dan sidang akan kembali digelar pada Senin (18/3/2019) mendatang.

Ketua Bawaslu Babel Edi Irawan mengatakan, pihaknya mengundang terlapor untuk mendengar tanggapan dan penyampaian materi. Tapi, kata dia, yang hadir dalam sidang hanya diberikan mandat dan tidak punya kekuatan hukum.

“Kita tunda sidang ini Senin, tiga agenda akan kita lakukan. Penyampaian laporan pelapor, kedua tanggapan terlapor terhadap pelaporan, serta pemeriksaan saksi yang mungkin nanti diajukan pihak pelapor dan terlapor,” kata Edi kepada wartawan, Rabu.

Dia meminta, para terlapor untuk dapat kooperatif dalam menghadapi perkara yang disidangkan. Majelis berhak mendengar tanggapan dan kesaksian terlapor agar bisa diselesaikan dengan baik dan seadil-adilnya.

“Jadi kita bisa mendapatkan keterangannya tidak hanya dari pelapor. Kehadiran keduanya sangat penting untuk keputusannya nanti seperti apa,” terangnya.

Ia melanjutkan, pihaknya tetap akan melakukan mekanisme yang ada, sebelum mengambil keputusan. Berdasarkan pertimbangan majelis, sesuai laporan bukti-bukti dan dasarnya aturan yang ada.

Sementara itu, pelapor Marshal Imar Pratama kembali kecewa atas ketidakhadiran kedua caleg DPD RI ini. Katanya ketidakhadiran calon wakil rakyat tersebut sebagai suatu yang inkonstitusional. Dia menilai, sidang adjudikasi tersebut terkesan dianggap sepele oleh kedua caleg.

“Padahal ini masuk pada sidang kedua dan sidang adjudikasi kedua ini pertemuan yang ‘selengean’ lah kalau menurut saya. Kalau menurut saya, disini adalah menyepelekan lembaga marwah dari Bawaslu itu sendiri,” kesalnya.

Marshal pun mengaku, dirinya tidak mempunyai kepentingan tertentu melaporkan temuan ini ke Bawaslu Babel. Hanya meminta kedua caleg agar dapat mengikuti sidang yang digelar oleh Bawaslu.

“Datanya ada, mereka cukup mengatakan iya atau tidak. Mereka kan saat ditanya oleh penyidik dari Bawaslu, ya atau tidak, benar gak acara ini, kan selesai,” pungkasnya. (ron)

Related posts