Dua Anggota KPPS Bateng Dinonaktifkan

  • Whatsapp

KOBA – Dua Anggota KPPS di Kabupaten Bangka Tengah dinonaktifkan alias dipecat dari status keanggotaan sebagai penyelenggara pemilu. Mereka adalah anggota KPPS 4 di TPS 8 Desa Nibung dan Anggota KPPS di Desa Sungai Selan, keduanya dipecat karena tidak independen sebagai penyelenggara pemilu di daerah itu.
“Ada dua orang anggota KPPS kita yang sudah dinonaktifkan sebagai penyelenggara pemilu Pilgub Babel di Bateng karena terbukti tidak independen,” ujar Suryansah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat dikonfirmasi Rakyat Pos, Jum’at (14/02).

Ia mengatakan, Anggota KPPS 4 di TPS 8 Desa Nibung Kecamatan Koba dinonaktifkan karena merangkap sebagai saksi dari Paslon Nomor urut 1. Sementara, anggota KPPS di Sungai Selan terbukti turut serta dalam pembagian kain sarung dan baju Paslon nomor urut 2 sehari sebelum hari pencoblosan.
“Sesuai aturan, apabila ada anggota penyelenggara Pemilu yang terlibat dalam politik, tidak netral, tidak independen, maka dikenakan sanksi tegas. Sikap yang kami putuskan yakni menonaktifkan kedua anggota KPPS tersebut. Untuk di Sungai Selan dinonaktifkan sebelum pencoblosan dan diganti dengan anggota KPPS yang tertinggi dibawahnya,” ungkapnya.

Selain dikenakan sanksi berat, pihaknya juga telah menandai kedua oknum tersebut supaya pada pemilu berikutnya tidak diikutsertakan dalam penyelenggaraan Pilkada.
“Kedua Anggota KPPS itu sudah ditandai dan berikutnya tidak boleh lagi menjadi penyelenggara Pemilu,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk laporan keberatan terkait hasil Pilkada Pilgub Babel di Bangka Tengah sejauh ini belum ada. Pihaknya pun memantau rekapitulasi penghitungan surat suara ditingkat PPS dan PPK, sejauh ini berjalan sesuai harapan.
“Biasanya ada, tapi sampai sekarang kita belum mendapat laporan. Jika ada masalah pun, katanya sudah diselesaikan ditingkat PPS dan PPK,” tukasnya. (ran/6).

Related posts