Dr Hendra Kusuma Akhirnya Dibui

  • Whatsapp
MASUK BUI – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. dr. Hendra Kusuma Jaya akhirnya dibui ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tua Tunu Pangkalpinang, Rabu sore (1/4/2017). Tampak Dr Hendra tidak berani keluar dari mobil pribadinya dan hanya bersembunyi di dalam mobil bersama istri dan sopirnya. (foto: Bambang)

Diadili Dugaan Korupsi Alkes RSUP
Terdakwa Diduga Memperkaya Diri Sendiri

PANGKALPINANG – Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. dr. Hendra Kusuma Jaya yang sebelumnya sempat lolos dari jeratan hukum dan tidak dipenjara, akhirnya dibui ke dalam sel tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tua Tunu Pangkalpinang, Rabu (1/4/2017) sore.
Sebelum dibui, Dr. dr. Hendra sempat menjalani sidang perdana di Ruang Sidang Garuda, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang pada Rabu pagi dalam perkara dugaan korupsi proyek pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) RSUP Ir Soekarno di Desa Air Anyir, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Selain menyeret Dr. dr. Hendra, dalam kasus korupsi alkes itu juga melibatkan Herman Abdullah selaku Kasubbag Keuangan Dinkes Babel yang juga berperan sebagai PPTK proyek pengadaan Alkes RSUP Ir Soekarni tahap 1 tahun 2011.
Dr. dr. Hendra selaku pejabat Pengguna Anggaran (PA) merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam perkara ini ditahan oleh hakim Pengadilan Tipikor Pangkalpinang yang diketuai oleh Siti Hajar Siregar usai disidang.
Dalam persidangan, jaksa telah membacakan dakwaan tentang para terdakwa sudah terlihat korupsi pengadaan alat-alat kesehatan tahun 2011 tahap 1 senilai Rp 17.516.466.900 untuk rumah sakit umum provinsi Bangka Belitung di desa Airanyir.
Penuntut umum menilai, para terdakwa melawan hukum dimana telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Kerugian negara dalam perkara ini ditaksir JPU kurang lebih Rp 3.812.500.000. Adapun item barang yang dikorupsi tersebut berupa barang CT-Scan 64 Slide merk Philips type ingenuity. Bagi jaksa perbuatan para terdakwa ini telah menyebabkan kerugian negara tepatnya telah memperkaya Azwar Agus selaku direktur CV Telomoyo.
Para terdakwa dijerat dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55ayat (1) ke 1 KUHP.
Dr. Dr. Hendra ketika mendatangi pengadilan tidak berani keluar dari mobil pribadinya dan hanya bersembunyi di dalam mobil bersama istri dan sopirnya.
Mobil Kijang LSX berwarna abu-abu dengan nomor polisi BN 1713 TN milik pribadi Dr.dr. Hendra terparkir di halaman di depan Mushalla pengadilan dalam keadaan mesin dihidupkan.
Dr. dr. Hendra diduga tidak berani keluar dari mobilnya lantaran takut dicecar pertanyaan oleh reporter yang sudah siap menunggunya di samping kantin pengadilan.
Namun, mobil kijang itu langsung melesat pergi dan rupanya parkir di samping pos Satpam di sebelah gedung hamidah.
Awak media terus mengejar Dr. dr. Hendra untuk memperoleh keterangan tentang penahanan itu, namun upaya itu gagal.
Dr. dr Hendra enggan berkomentar dan memilih bungkam saat jurnalis mendekati dirinya.
Sementara itu salah seorang jaksa Kejati Babel berpura-pura tidak mengetahui alasan tidak ditahannya Dr. dr. Hendra oleh penyidik kejaksaan.
“Maaf ya kita tidak tahu mengapa tidak ditahan. Silahkan tanya langsung kepada pimpinan kita,” elaknya. (bis/6)

Related posts